Trump: Ini Waktunya Melakukan Reformasi Pajak

Kamis, 31 Agustus 2017 - 17:06 WIB
Trump: Ini Waktunya...
Trump: Ini Waktunya Melakukan Reformasi Pajak
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, sudah waktunya bagi para pembuat Undang-undang (UU) untuk segera bertindak mewujudkan reformasi pajak. Serta meningkatkan tekanan kepada kongres, demi menunaikan janji terbesar saat masa kampanye pemilihan presiden sebelumnya.

Seperti dilansir BBC, penyusun kebijakan menerangkan bakal mendorong kode pajak yang sederhana dan tinggal yang lebih rendah. Meki rincian proposalnya baru akan diberikan kepada kongres. Pembuat Undang-undang diharapkan dapat segera menyetujui, setelah keraguan pasar muncul karena tidak kunjung mendapat penjelasan.

"Mereka harus melakukannya. Sudah waktunya," ujar Trump dalam pidatonya yang menyinggung soal reformasi pajak. Sebelumnya ada kesepakatan bahwa rumusan pajak AS yang membentang hingga ribuan halaman harus disederhanakan.

Organisasi-organisasi bisnis kuat di AS, termasuk Chamber of Commerce dan Business Roundtable, mendukung upaya pemerintah untuk melakukan reformasi pajak tersebut. Partai Republik AS sendiri berharap dapat mencapai reformasi pajak pada akhir tahun.

Namun rencana reformasi pajak yang dijanjikan Trump sejak kampanye, ternyata hanya berupa satu halaman yang berisi poin-poin. Dalam pengumuman sebelumnya di Gedung Putih, secara keseluruhan Pemerintah AS hanya menyebutkan kebijakan pemangkasan pajak akan diimbangi oleh peningkatan penerimaan pajak hingga triliunan dolar AS selama sedekade ke depan.

Pengumuman tersebut juga tak menjelaskan apakah Trump telah merekomendasikan penurunan tarif pajak perusahaan dari 35% saat ini menjadi 15% nantinya. Dia juga tak memaparkan apakah kebijakan itu akan dipertahankan dalam jangka waktu lama atau hanya sementara. Karena alasan tersebut, pasar mulai meragukan kemampuan pemerintah dalam mewujudkan janjinya.

Mereka rata-rata menyebtukan bahwa kebijakan pajak Trump masih terlalu ‘abu-abu’ dan masih memiliki banyak kekurangan. Kewaspadaan dan kehawatiran dari para analis pasar konservatif dan kubu Partai Demokrat terkait ledakan defisit anggaran akibat tidak jelasnya rencana pajak Trump, juga menambah kelesuan di kalangan investor

Para analis juga menambahkan untuk mencapai persetujuan mengenai rincian akan sulit. Tercatat terakhir kali aturan pajak AS dirombak adalah pada tahun 1986. "Ada banyak potensi perangkap. Meskipun ada banyak politik di balik upaya ini, tidaklah sulit untuk membayangkan bahwa itu semua tidak akan berhasil," ucap Analis Senior di Yayasan Pajak Scott Greenberg.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
16 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
16 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
31 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
37 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
53 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
59 menit yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved