Rupiah Awal Pekan Dibuka Menguat Tipis Saat Yen Melesat

Senin, 04 September 2017 - 10:26 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka...
Rupiah Awal Pekan Dibuka Menguat Tipis Saat Yen Melesat
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan awal pekan hari ini menguat tipis, untuk melanjutkan tren positif pada penutupan akhir bulan Agutus, kemarin. Penguatan rupiah pagi ini terjadi saat Yen meningkat terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka di level Rp13.345/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah membaik dari posisi sebelumnya Rp13.351/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka Rp13.342/USD atau lebih baik dari penutupan tengah pekan kemarin sebelum libur Idul Adha di posisi Rp13.340/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.338-Rp13.343/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pagi ini dibuka pada level Rp13.337/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya pada posisi Rp13.346/USD dengan kisaran harian Rp13.336-Rp13.346/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, pada perdagangan hari ini, rupiah berada pada level Rp13.338/USD atau masih tercatat tidak lebih baik dari posisi tengah pekan kemarin yang berada di level Rp13.335/USD.

Sementara seperti dilansir CNBC, Senin (4/9/2017) Yen menguat melawan USD dan beberapa mata uang utama lainnya di awal perdagangan Asia, lantaran investor memangkas proyeksi mereka setelah Korea Utara kembali melakukan uji coba nuklir. USD jatuh lebih rendah 109.22 terhadap Yen dan terakhir berdiri pada posisi 109.87 melawan Yen dan masih turun 0,3%.

Euro sendiri lebih rendah 0,2% pada level 130.59 terhadap yen, setelah dalam sesi sebelumnya jatuh ke 129.65. Yen hampir selalu mencetak keuntungan ketika Investor mencoba untuk mengurangi paparan risiko karena mata sering digunakan sebagai sumber dana untuk membeli aset berisiko.

Jepang juga negara kreditor bersih terbesar di dunia dan kadang-kadang ketidakpastian, pedagang menganggap repatriasi Jepang dari luar negeri akan lebih besar daripada investor asing menjual aset Jepang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
1 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
1 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
3 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
5 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
7 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
8 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved