Tahun 2018, Pertumbuhan Negara Maju dan Emergi Market Masih Rendah
Selasa, 05 September 2017 - 22:08 WIB
Tahun 2018, Pertumbuhan Negara Maju dan Emergi Market Masih Rendah
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun 2018 merupakan tahun perbaikan ekonomi global. Bahkan perbaikan-perbaikan di beberapa negara emerging market dan negara maju, dapat memicu perbaikan ekonomi Indonesia.
Namun, meski diyakini bakal tumbuh moderat, beberapa kondisi global harus diwaspadai, antara lain Republik Rakyat China ekonominya akan terus menurun sesuai dengan proses readjusment. Kemudian Uni Eropa juga akan bertumbuh hanya 1,7%, Jepang akan tumbuh sedikit dari 0% menjadi 0,6%.
Maka, belum membaiknya ekonomi beberapa negara maju dan berkembang, bisa disimpulkan bahwa perekonomian akan tumbuh moderat.
"Secara umum pertumbuhan ekonomi dunia memang lebih baik dari tahun ini tapi bukan kuat. Kita menyebutnya untuk tahun depan pertumbuhannya lebih moderat," kata Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Sri Mulyani menambahkan, untuk negara maju seperti Amerika Serikat dan emerging market seperti India dan Asean Lima juga akan mengalami kondisi yang sama meskipun bertumbuh sedikit saja.
"AS akan tumbuh 2,1%, India 7,7% lebih kuat dari tahun ini, Asean Lima, kami perkirakan 5,5%, lebih tinggi sedikit," kata dia.
Di sisi lain, volume perdagangan diperkirakan akan stagnan atau tidak lebih baik dari 2017. Tahun ini, volume perdagangan tumbuh 4% dan tahun depan hanya 3,9%.
"Ini tantangan dari restrukturisasi global ya, dari perdagangan global, tidak akan pulih dalam waktu dekat. Ini tantangan juga bagi kita yang mengandalkan ekspor," katanya.
Namun, meski diyakini bakal tumbuh moderat, beberapa kondisi global harus diwaspadai, antara lain Republik Rakyat China ekonominya akan terus menurun sesuai dengan proses readjusment. Kemudian Uni Eropa juga akan bertumbuh hanya 1,7%, Jepang akan tumbuh sedikit dari 0% menjadi 0,6%.
Maka, belum membaiknya ekonomi beberapa negara maju dan berkembang, bisa disimpulkan bahwa perekonomian akan tumbuh moderat.
"Secara umum pertumbuhan ekonomi dunia memang lebih baik dari tahun ini tapi bukan kuat. Kita menyebutnya untuk tahun depan pertumbuhannya lebih moderat," kata Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Sri Mulyani menambahkan, untuk negara maju seperti Amerika Serikat dan emerging market seperti India dan Asean Lima juga akan mengalami kondisi yang sama meskipun bertumbuh sedikit saja.
"AS akan tumbuh 2,1%, India 7,7% lebih kuat dari tahun ini, Asean Lima, kami perkirakan 5,5%, lebih tinggi sedikit," kata dia.
Di sisi lain, volume perdagangan diperkirakan akan stagnan atau tidak lebih baik dari 2017. Tahun ini, volume perdagangan tumbuh 4% dan tahun depan hanya 3,9%.
"Ini tantangan dari restrukturisasi global ya, dari perdagangan global, tidak akan pulih dalam waktu dekat. Ini tantangan juga bagi kita yang mengandalkan ekspor," katanya.
(ven)
Lihat Juga :