Wall Street Tumbang Usai Perusahaan Asuransi Ambil Risiko Irma

Sabtu, 09 September 2017 - 08:37 WIB
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Usai Perusahaan Asuransi Ambil Risiko Irma
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (AS) tumbang pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, setelah Badai Irma menerpa ke arah pantai timur, smeentara suku bunga menghambat saham keuangan.

Melansir dari CNBC, Sabtu (9/9/2017), indeks S & P 500 turun 0,15% ditutup menjadi 2.461,43, dengan kerugian pada saham energi dan teknologi informatika. Indeks Nasdaq turun 0,59% menetap di posisi 6.360,19, dengan menurunnya saham-saham Apple dan Alphabet--induk dari Google.

Sementara indeks Dow Jones naik 13,01 poin ditutup menjadi 21.797,79, dengan kenaikan pada saham Boeing dan perusahaan biro perjalanan.

Adapun selama sepekan ini, selepas Badai Harvey dan berganti Badai Irma, Dow Jones mencatat kerugian. Dengan indeks Dow Jones turun 189,77 poin untuk minggu ini dan S & P 500 turun 0,61% pada periode yang sama. Nasdaq turun 1,17% sejak Selasa. Pasar saham AS pada Senin lalu libur karena Hari Buruh.

Ahli strategi investasi di Edward Jones, Kate Warne mengatakan tumbangnya Wall Street, setelah saham asuransi turun tajam di awal pekan ini. Awalnya investor melihat mereka sebagai peluang karena perusahaan asuransi berani mengambil risiko Badai Irma dan berharap badai tidak seburuk yang dikhawatirkan.

Namun Badai Irma yang melanda Negara Bagian Florida membuat saham perusahaan asuransi besar rontok. Meski akhirnya berhasil rebound pada perdagangan Jumat petang. Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) pada Jumat pagi waktu AS, telah menurunkan kategori Badai Irma dari 5 ke kategori 4.

Meski kategori sudah menurun, namun FEMA memperingatkan bahwa badai tersebut bisa kembali "menghancurkan" beberapa wilayah di negara bagian tersebut. Badai tersebut kini menyapa Karibia dan membuat 14 orang meninggal dunia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved