IHSG dan Bursa Asia Kompak Dibuka Menguat
Senin, 11 September 2017 - 09:12 WIB
IHSG dan Bursa Asia Kompak Dibuka Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau meski tidak terlalu tinggi seiring dengan menguatnya bursa saham Asia. IHSG pagi ini dibuka naik 7,53 poin setara 0,13% ke level 5.864,65.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menguat sebesar 24,81 poin setara 0,43% ke level 5.857,21.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur positif dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,80% dan sektor yang melemah terdalam adalah perdagangan yang melemah 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp12 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp8,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp5,25 miliar. Tercatat 36 saham naik, 9 saham turun dan 13 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp350 menjadi Rp31.950, POT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp125 menjadi Rp18.975, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) menguat Rp100 menjadi Rp19.125.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp200 menjadi Rp50.600, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun Rp130 menjadi Rp2.850, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 menjadi Rp7.200.
Seperti dilansir CNBC, Senin (11/9/2017), bursa saham Asia menguat pada hari ini karena USD kembali mengalami pelemahan. Pasar juga mencerna berita utama mengenai perkembangan dari Bank Rakyat China dan Bank Sentral Eropa yang diumumkan pada akhir pekan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 1,25% dan di Korea Selatan Indeks Kospi tertekan 0,99% karena ketegangan geopolitik mereda di semenanjung Korea selama akhir pekan.
Reli tersebut terjadi setelah tidak ada peluncuran rudal Korea Utara yang terwujud pada 9 September, ulang tahun berdirinya negara tersebut. Ada spekulasi menjelang akhir pekan bahwa Korea Utara akan melakukan uji coba rudal berikutnya untuk merayakan kejadian tersebut.
Sementara, di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,48% dengan sektor teknologi informasi dan perawatan kesehatan memimpin kenaikan. Sektor finansial juga berhasil menguat 1,07%.
Sementara pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menguat sebesar 24,81 poin setara 0,43% ke level 5.857,21.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur positif dengan sektor aneka industri naik tertinggi sebesar 0,80% dan sektor yang melemah terdalam adalah perdagangan yang melemah 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp12 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp8,53 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp5,25 miliar. Tercatat 36 saham naik, 9 saham turun dan 13 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp350 menjadi Rp31.950, POT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp125 menjadi Rp18.975, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) menguat Rp100 menjadi Rp19.125.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp200 menjadi Rp50.600, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun Rp130 menjadi Rp2.850, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 menjadi Rp7.200.
Seperti dilansir CNBC, Senin (11/9/2017), bursa saham Asia menguat pada hari ini karena USD kembali mengalami pelemahan. Pasar juga mencerna berita utama mengenai perkembangan dari Bank Rakyat China dan Bank Sentral Eropa yang diumumkan pada akhir pekan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 1,25% dan di Korea Selatan Indeks Kospi tertekan 0,99% karena ketegangan geopolitik mereda di semenanjung Korea selama akhir pekan.
Reli tersebut terjadi setelah tidak ada peluncuran rudal Korea Utara yang terwujud pada 9 September, ulang tahun berdirinya negara tersebut. Ada spekulasi menjelang akhir pekan bahwa Korea Utara akan melakukan uji coba rudal berikutnya untuk merayakan kejadian tersebut.
Sementara, di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,48% dengan sektor teknologi informasi dan perawatan kesehatan memimpin kenaikan. Sektor finansial juga berhasil menguat 1,07%.
(izz)
Lihat Juga :