Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Masalah Properti

Kamis, 14 September 2017 - 13:42 WIB
Pemerintah Diminta Turun...
Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Masalah Properti
A A A
JAKARTA - Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta periode 2000-2006 Bambang Eryudhawan menilai masalah perumahan atau sektor properti merupakan masalah sosial. Maka, negara tidak bisa lepas tangan dan abai serta harus segera diambil alih.

"Ini perumahan diserahkan ke pasar. Jadinya seperti ini, berantakan," kata Bambang dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Pria yang akrab disapa Yudha ini mengatakan, jika pemerintah menyerahkan ke mekanisme pasar maka harga tanah yang menjadi komponen utama properti tak bisa ditekan. Contohnya, di luar negeri terutama di negara maju, dengan menggunakan pendekatan sosial housing, seseorang dapat menyewa rumah dalam rentang waktu 20-30 tahun.

"Sebab properti tersebut dimiliki negara dan harga sewa dikontrol serta dikendalikan pemerintah. Ketentuan itu berlaku khusus rumah subsidi," imbuhnya.

Yudha menambahkan, persoalan lain di Indonesia adalah tidak adanya kepastian database mengenai siapa yang berhak mendapat subsidi perumahan. Seringkali rumah subsidi itu justru dibeli untuk investasi mereka yang berduit, sehingga orang yang butuh rumah tidak punya rumah tidak kebagian.

"Soal pertama yang harus dibenahi yaitu politik perumahan jangan lagi di serahkan ke pasar," tuturnya.

Dia mengatakan, seharusnya negara membeli tanah lalu membuat rumah sewa atau rusunawa karena beban harga tanah nanti akan ditanggung negara. Alhasil, para penghuni di rusunawa, bisa lebih tenang karena mendapat harga lebih terjangkau.

Sementara untuk rusunami, bisa diserahkan ke pasar atau ke mereka yang memiliki uang. Mereka juga dibebaskan membeli jumlah rumah seperti rumah kedua, ketiga, dan seterusnya hingga puluhan.

"Sehingga, harga tidak bisa dikendalikan. Ketika properti yang dibeli disewakan kembali, harga juga tidak terkontrol," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
31 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved