Dusdusan Targetkan Transaksi hingga Rp200 Miliar

Selasa, 19 September 2017 - 00:11 WIB
Dusdusan Targetkan Transaksi...
Dusdusan Targetkan Transaksi hingga Rp200 Miliar
A A A
SURABAYA - Dusdusan yang merupakan supplier produk rumah tangga, hingga akhir tahun ini memproyeksikan nilai transaksi hingga Rp200 miliar. Nilai tersebut hampir 10% dari total nilai transaksi produk rumah tangga yang mencapai Rp2,3 triliun.

Co-Founder Dusdusan Christian Kustedi mengatakan, sejak pertama kali berdiri dua tahun lalu hingga saat ini, jumlah reseller yang bergabung dengan Dusdusan 30.000 orang agen. Hingga akhir tahun ini, jumlah tersebut diproyeksikan bisa meningkat hingga 50.000 orang agen.

Ia menambahkan Saat ini, yang menjadi target market reseller Dusdusan adalah para ibu tangga. “Selama dua tahun ini, kami mampu membukukan transaksi sebanyak 37.000 transaksi,” katanya, Senin (18/9)

Dari sisi volume, lanjut dia, jumlah transaksi produk sudah mencapai 450.000 set. Produk tersebut terkirim hampir ke semua daerah di Indonesia. Namun yang terbanyak masih di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dusdusan, masih kata Christian, terus melakukan pendampingan terhadap para reseller terkait produk apa saja yang layak dijual dan patokan harga yang diterapkan. “Biasanya, keuntungan reseller dari tiap produk sekitar 30% dari harga produk. Namun itu tetap menyesuaikan dengan jenis produk yang dijual,” ujar Christian.

Lebih jauh dia menjelaskan, saat ini Dusdusan sudah memiliki brand tersendiri yang siap berkompetisi pasar produk rumah tangga. Produk tersebut memiliki brand Vienna. Selain punya merek sendiri, Dusdusan juga menyediakan produk rumah tangga dari brand lain yakni di antaranya Medina.

“Saat ini kami sudah ada lima gudang yang berada di Sidoarjo, Makassar, Cikarang, Bandung dan Semarang. Ke depan kami akan tambah lagi menjadi 20 gudang,” paparnya.

Terkait harga, Marketing Communication Manager Dusdusan, Lydiana Kristiawan menambahkan, pihaknya mematok bahwa harga untuk tiap produk, sama semua untuk tiap daerah. Distribusi barang juga tidak berantai. Artinya, barang pertama ada di Dusdusan dan didistribusikan ke reseller.

Oleh reseller langsung ke konsumen. Dusdusan sendiri melarang reseller tidak menimbun barang agar tidak ada perang harga di kemudian hari. “Kalau barangnya digudang tidak laku, biasanya penjual akan memberi diskon besar-besaran. Ini kan tidak sehat dalam persaingan bisnis,” imbuhnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Moorlife Resmikan Pabrik...
Moorlife Resmikan Pabrik Terbesar, Bukti Komitmen Hadirkan Produk Plastik Berkualitas Asli Dalam Negeri
Tiffany & Co Luncurkan...
Tiffany & Co Luncurkan Koleksi Barang Rumah Tangga
5 Langkah Membersihkan...
5 Langkah Membersihkan Mesin Cuci Secara Mandiri
Beda Bidang, Beda Juga...
Beda Bidang, Beda Juga Jenis Cat Pelapis Anti Bocor yang Tepat
Terinspirasi dari Kejernihan...
Terinspirasi dari Kejernihan Air, Desain Kantor Toto Raih Award Internasional
Cara Jitu Jaga Kesehatan...
Cara Jitu Jaga Kesehatan Anak lewat Makanan yang Terjamin Kualitas dan Kebersihannya
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
3 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
3 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
4 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
4 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
4 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved