IHSG Berakhir Ambruk Saat Bursa Utama Asia Lebih Rendah

Senin, 25 September 2017 - 16:44 WIB
IHSG Berakhir Ambruk...
IHSG Berakhir Ambruk Saat Bursa Utama Asia Lebih Rendah
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan berakhir ambruk ke level 5.894,61 usai kehilangan 17,10 poin atau setara dengan 0,29%. Pelemahan bursa saham Tanah Air mengiringi mayoritas bursa Asia yang bergerak lebih rendah.

IHSG pada perdagangan siang ini melemah sebesar 9,88 poin setara 0,17% ke level 5.901,83 setelah tadi pagi menguat 4,51 poin setara dengan 0,08% ke level 5.916,22. Kemarin, IHSG ditutup naik 5,13 poin atau 0,09% ke level 5.911,71 ditopang kenaikan saham keuangan.

Sektor saham dalam negeri sore ini hampir semuanya bergerak dalam jalur negatif dipimpin pelemahan terdalam pada sektor pertambangan mencapai sebesar 1,39% diikuti perdagangan yang jatuh 0,57%. Di sisi lain kenaikan tertinggi terjadi pada industri dasar lewat tambahan 0,23%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,79 triliun dengan 7,52 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp154,92 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,14 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,98 triliun. Tercatat sebesar 127 saham menguat, 213 saham melemah dan 122 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) naik Rp140 menjadi Rp3.600, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) melompat Rp100 menjadi Rp8.625 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) bertambah Rp100 menjadi Rp7.000.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp850 menjadi Rp67.150, PT BISI International Tbk. (BISI) menyusut Rp55 menjadi Rp1.490 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) melemah Rp50 menjadi Rp3.900.

Seperti dilansir CNBC, Senin (25/9/2017) mayoritas bursa saham Asia ditutup lebih rendah ketika investor masih mempelajari hasil pemilihan umum di Jerman dan Selandia Baru. Indeks utama Asia cenderung bergerak mixed, dengan indeks saham Asia Pasifik mencetak penurunan moderat pada perdagangan awal pekan.

Tercatat Nikkei Jepang meningkat 0,5% atau setara dengan 101,13 poin untuk kemudian ditutup pada posisi 20.397,58 saat produsen mobil dan sektor perdagangan rumah terus meraih keuntungan. Yen sedikit lebih lembut terhadap USD karena pasar masih menimbang tentang pemilihan potensial ke depannya di Jepang.

Sementara untuk indeks Kospi di seberang Selat Korea justru berbalik memerah usai kehilangan 0,35% atau 8,31 poin menjadi 2.380,40 di akhir perdagangan. Di sisi lain bursa Australia yakni ASX 200 meneruskan keuntungan untuk menutup awal pekan lebih tinggi 0,03% di level 5.683,7 dengan dukungan sektor kesehatan dan keuangan yang bergerak mendatar.

Hasil lebih rendah terjadi pada perdagangan di bursa daratan China. Indeks Hang Seng di Hong Kong menyusut 380,19 poin atau 1.36% ke level 27.500,34 hingga sesi perdagangan sore ini. Sedangkan komposit Shanghai memerah setelah kehilangan 10,98 poin atau 0,33% ke posisi 3.341,55 dan komposit Shenzhen tenggelam 1.242% untuk berakir pada level 1,963.8951. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Indeks Jepang juga turun 0,84% hingga pukul 3:17 PM.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
IHSG Bertahan Menghijau,...
IHSG Bertahan Menghijau, Melesat 48 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
1 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
3 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
5 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
6 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
8 jam yang lalu
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
9 jam yang lalu
Infografis
Menu Sahur yang Bikin...
Menu Sahur yang Bikin Kenyang Lebih Lama saat Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved