Saham Emdeki Utama Dibuka Turun 10 Poin
Senin, 25 September 2017 - 11:00 WIB
Saham Emdeki Utama Dibuka Turun 10 Poin
A
A
A
JAKARTA - Saham perdana PT Emdeki Utama (kode emiten: MDKI) pada hari ini, di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada level Rp590 per lembar atau turun 10 poin dari harga penawaran Rp600.
Adapun harga tertinggi berada di Rp610 per saham dan terendah pada harga Rp580 per lembar. Sementara frekuensi perdagangan saham perseroan tercatat sebanyak 132 kali, dengan volume transaksi saham 11 ribu lot senilai Rp672 juta.
"Dengan dicatatnya saham MDKI ini maka akan memberikan kompetitif untuk perusahaan secara maksimal," ujar Direktur Utama Emdeki Utama Hiskak Secakusuma di Jakarta, Senin (25/9/2017).
Diharapkan perseroan mendapatkan dana segar Rp184 miliar dari IPO kali ini. Dana hasil IPO ini rencananya sekira 73,91% akan digunakan untuk pembiayaan belanja modal dalam rangka ekspansi usaha dengan mengembangkan produk baru dan produk turun.
Dari jumlah itu, 48,96% digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik high-grade silica alloy dan 24,95% untuk membangun pabrik-pabrik carbide desulphuriser di daerah Gresik, Jawa Timur. Sisanya sebesar 13,41% akan digunakan untuk modal kerja kedua pabrik tersebut dan sekira 12,68% akan digunakan untuk modal kerja kalsium karbida.
Dalam gelaran IPO ini, perseroan menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Bosowa Sekuritas, PT Erdhika Elit Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT Kresna Sekuritas, PT Magenta Kapital Sekuritas, PT MNC Sekuritas, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, PT Oso Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Phillip Sekuritas Indonesia, PT Profindo Sekuritas Indonesia, PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).
Adapun harga tertinggi berada di Rp610 per saham dan terendah pada harga Rp580 per lembar. Sementara frekuensi perdagangan saham perseroan tercatat sebanyak 132 kali, dengan volume transaksi saham 11 ribu lot senilai Rp672 juta.
"Dengan dicatatnya saham MDKI ini maka akan memberikan kompetitif untuk perusahaan secara maksimal," ujar Direktur Utama Emdeki Utama Hiskak Secakusuma di Jakarta, Senin (25/9/2017).
Diharapkan perseroan mendapatkan dana segar Rp184 miliar dari IPO kali ini. Dana hasil IPO ini rencananya sekira 73,91% akan digunakan untuk pembiayaan belanja modal dalam rangka ekspansi usaha dengan mengembangkan produk baru dan produk turun.
Dari jumlah itu, 48,96% digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik high-grade silica alloy dan 24,95% untuk membangun pabrik-pabrik carbide desulphuriser di daerah Gresik, Jawa Timur. Sisanya sebesar 13,41% akan digunakan untuk modal kerja kedua pabrik tersebut dan sekira 12,68% akan digunakan untuk modal kerja kalsium karbida.
Dalam gelaran IPO ini, perseroan menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Bosowa Sekuritas, PT Erdhika Elit Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT Kresna Sekuritas, PT Magenta Kapital Sekuritas, PT MNC Sekuritas, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, PT Oso Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Phillip Sekuritas Indonesia, PT Profindo Sekuritas Indonesia, PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).
(ven)
Lihat Juga :