Rupiah Berakhir Makin Parah, Euro Jatuh di Tengah Kebangkitan USD
Rabu, 27 September 2017 - 17:12 WIB
Rupiah Berakhir Makin Parah, Euro Jatuh di Tengah Kebangkitan USD
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore hari ini semakin parah hingga melewati level Rp13.400/USD. Terpuruknya mata uang Garuda mengiringi euro yang terpeleset di tengah kebangkitan USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.445/USD atau melemah sangat dalam dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.374/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.368-Rp13.445/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.380/USD atau jauh memburuk dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.355/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini juga ambles di level Rp13.446/USD dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.373/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.363-Rp13.457/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah hari ini tertahan di level Rp13.384/USD. Posisi ini memperlihatkan pelemahan rupiah cukup dalam dari posisi sebelumnya di level Rp13.348/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Rabu (27/7/2017) euro tergelincir ke posisi terendah dalam satu bulan untuk perdagangan hari ini, ketika USD membaik ketika reaksi pemilihan umum Jerman membuat investor untuk mengambil keuntungan dari kinerja terbaik mata uang tahun ini. Usai meningkat lebih dari 14% tahun ini, mata uang tunggal telah bertambah hampir 3%.
Investor terus memantau kebijakan The Fed, seiring sinyal kenaikan suku bunga acuan AS dalam beberapa hari mendatang semakin menguat. Tercatat euro tergelincir sebesar 0,4% ke level 1.1747 dalam perdagangan awal terhadap USD, tingkat terendah sejak Agustus 23.
Sedangkan pekan ini melawan kebangkitan greenback, telah jatuh lebih dari 1,5%. Indeks USD terhadap enam mata uang utama berdiri di level 93.07, atau menjadi tertinggi dalam hampir sebulan, meningkat dari 93.286 dari hari sebelumnya. Melawan yen, USD menguat menjadi 112.33, bangkit dari sebelumnya sentuh level terendah 111.50.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.445/USD atau melemah sangat dalam dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.374/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.368-Rp13.445/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.380/USD atau jauh memburuk dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.355/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini juga ambles di level Rp13.446/USD dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.373/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.363-Rp13.457/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah hari ini tertahan di level Rp13.384/USD. Posisi ini memperlihatkan pelemahan rupiah cukup dalam dari posisi sebelumnya di level Rp13.348/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Rabu (27/7/2017) euro tergelincir ke posisi terendah dalam satu bulan untuk perdagangan hari ini, ketika USD membaik ketika reaksi pemilihan umum Jerman membuat investor untuk mengambil keuntungan dari kinerja terbaik mata uang tahun ini. Usai meningkat lebih dari 14% tahun ini, mata uang tunggal telah bertambah hampir 3%.
Investor terus memantau kebijakan The Fed, seiring sinyal kenaikan suku bunga acuan AS dalam beberapa hari mendatang semakin menguat. Tercatat euro tergelincir sebesar 0,4% ke level 1.1747 dalam perdagangan awal terhadap USD, tingkat terendah sejak Agustus 23.
Sedangkan pekan ini melawan kebangkitan greenback, telah jatuh lebih dari 1,5%. Indeks USD terhadap enam mata uang utama berdiri di level 93.07, atau menjadi tertinggi dalam hampir sebulan, meningkat dari 93.286 dari hari sebelumnya. Melawan yen, USD menguat menjadi 112.33, bangkit dari sebelumnya sentuh level terendah 111.50.
(akr)