Kantongi Aset Besar, Rini Restui PLN Ambil Pinjaman Lagi
Kamis, 28 September 2017 - 16:03 WIB
Kantongi Aset Besar, Rini Restui PLN Ambil Pinjaman Lagi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merencanakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menerbitkan Komodo Bond yang merupakan jenis surat utang korporasi yang diterbitkan di luar negeri berdenominasi rupiah. Ia menyakini dengan aset besar yang dimiliki PLN, maka tidak sulit bagi perusahaan listrik pelat merah tersebut untuk membayar bunganya.
(Baca Juga: Jasa Marga, WIKA dan PLN Siap Terbitkan Komodo Bond )
Rini menyampaikan sudah banyak investor yang tertarik dengan Komodo Global Bond. Terlebih Ia mengaku sangat yakin bahwa surat utang ini tak akan membebani keuangan PLN. "Baru kita kemarin roadshow banyak yang tertarik, PLN terbitkannya kuartal pertama tahun depan," terangnya di Jakarta, Kamis (28/9/2017).
"Enggak berisiko buat PLN, jangan salah ngerti, kemarin itu hal yang normal, Menteri Keuangan kirim surat. Apalagi PLN boleh dikatakan perusahaan terbesar secara aset, secara perusahaan pemerintah terbesar dengan tanggung jawab besar yang terselesaikan," sambung Rini.
(Baca Juga: Menteri Rini: Bangun Perusahaan Harus Ada Utang )
Menurutnya, segala bentuk pencarian dana yang dilakukan PLN sudah sesuai dengan ketentuan. Sehingga, wanti-wanti dari Sri Mulyani itu menurutnya sudah dilakukan. "Sah dan normal Menteri Keuangan ingatkan kita tak lepas cari pembiayaan yang benar dan masuk akal," katanya.
Sebagai contoh, Rini menyampaikan, PLN sebelumnya telah melakukan sekuritisasi aset. Minat investor pun luar biasa menyambut aksi korporasi tersebut. "Sekuritisasi Rp4 triliun yang kita tawarkan, permintaannya malah Rp10 triliun dengan bunga 8,25% cukup bagus. Bagaimana ini kita jaga dengan baik dan bertanggung jawab, yang paling utama jangka waktu 3,5, 10 tahun dengan rate masuk akal, harganya baik," pungkasnya.
(Baca Juga: Jasa Marga, WIKA dan PLN Siap Terbitkan Komodo Bond )
Rini menyampaikan sudah banyak investor yang tertarik dengan Komodo Global Bond. Terlebih Ia mengaku sangat yakin bahwa surat utang ini tak akan membebani keuangan PLN. "Baru kita kemarin roadshow banyak yang tertarik, PLN terbitkannya kuartal pertama tahun depan," terangnya di Jakarta, Kamis (28/9/2017).
"Enggak berisiko buat PLN, jangan salah ngerti, kemarin itu hal yang normal, Menteri Keuangan kirim surat. Apalagi PLN boleh dikatakan perusahaan terbesar secara aset, secara perusahaan pemerintah terbesar dengan tanggung jawab besar yang terselesaikan," sambung Rini.
(Baca Juga: Menteri Rini: Bangun Perusahaan Harus Ada Utang )
Menurutnya, segala bentuk pencarian dana yang dilakukan PLN sudah sesuai dengan ketentuan. Sehingga, wanti-wanti dari Sri Mulyani itu menurutnya sudah dilakukan. "Sah dan normal Menteri Keuangan ingatkan kita tak lepas cari pembiayaan yang benar dan masuk akal," katanya.
Sebagai contoh, Rini menyampaikan, PLN sebelumnya telah melakukan sekuritisasi aset. Minat investor pun luar biasa menyambut aksi korporasi tersebut. "Sekuritisasi Rp4 triliun yang kita tawarkan, permintaannya malah Rp10 triliun dengan bunga 8,25% cukup bagus. Bagaimana ini kita jaga dengan baik dan bertanggung jawab, yang paling utama jangka waktu 3,5, 10 tahun dengan rate masuk akal, harganya baik," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :