Rupiah Berakhir Anjlok Saat USD Melompat Tinggi

Kamis, 28 September 2017 - 16:57 WIB
Rupiah Berakhir Anjlok...
Rupiah Berakhir Anjlok Saat USD Melompat Tinggi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan hari ini anjlok hingga melewati level Rp13.500/USD. Terpuruknya mata uang Garuda mengiringi kebangkitan USD secara beruntun selama empat hari.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.515/USD atau terperosok sangat dalam dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.445/USD. Rupiah sendiri berada pada kisaran level Rp13.426-Rp13.594/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.510/USD atau jauh memburuk dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.380/USD.

Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi perdagangan sore ambles ke level Rp13.505/USD dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.446/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.415-Rp13.599/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini tertahan di level Rp13.464/USD. Posisi ini memperlihatkan pelemahan rupiah cukup dalam dari posisi sebelumnya di level Rp13.384/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/9/2017) dolar Amerika Serikat (USD) melompat tinggi untuk menjaga tren positif selama empat hari beruntun. USD melesat ke posisi tertinggi dalam satu bulan terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

USD berada dalam jalur untuk mencetak performa mingguan terbaik tahun ini, seiring mnculnya kembali harapan bahwa Presiden AS Donald Trump akan membuat kemajuan terkait rencana kebijakan reformasi pajak. "Kita berada dalam mode koreksi pada USD, tapi bukan sesuatu yang fundamental dan merubah outlook AS ketika rencana ambisiun pajak tidak mempunyai banyak detil," terang FX strategi ING Bank Viraj Patel di London.

Dolar diperdagangkan 0,24% lebih tinggi, setelah mendapatkan tambahan 2,5% sejak merosot ke posisi terendah dalam dua setengah tahun di level 91.35 pada pertengahan September, lalu. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,2% menjadi 93.575.

Sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi 93,613 menjadi level terkuatnya sejak 23 Agustus. Di sisi lain euro goyah, usai kehilangan 0,1% menjadi 1.1733 saat melawan USD, ketika kemarin mendekati posisi terendah dalam satu bulan 1.1717.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
1 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
3 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
5 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
6 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
8 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved