Pasca Patok Harga Beras, Pasokan di DKI Jakarta Aman

Sabtu, 30 September 2017 - 21:10 WIB
Pasca Patok Harga Beras,...
Pasca Patok Harga Beras, Pasokan di DKI Jakarta Aman
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras melalui Permendag 57/2017 pada akhir bulan Agustus 2017. Meski demikian regulasi tersebut efektif mulai tanggal 18 September 2017 karena perlu adanya penyesuaian para pelaku usaha, misalnya terkait label/stiker kualitas beras premium/medium, harga beras, dan lainnya.

Kebijakan HET beras sendiri pada awalnya dikhawatirkan akan berdampak pada kelangkaan ketersediaan/pasokan beras di pasar, baik ritel modern maupun pasar tradisional. Kementerian Pertanian melakukan monitoring ketersediaan dan harga beras pasca pemberlakuan HET baik di pasar induk, pasar tradisional, dan ritel modern.

"Hal ini juga tidak luput juga ketersediaan dan harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta yang merupakan barometer perdagangan beras, baik harga maupun ketersediaan/pasokan beras tidak saja di DKI Jakarta, tapi juga nasional," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (30/9/2017)

Berdasarkan data PIBC, pasokan beras harian dalam seminggu terakhir, dari tanggal 25-29 September rata-rata mencapai 3.795 ton, sedang pengeluaran harian rata-rata mencapai 2.953 ton. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pasokan di atas normal, dimana batas normal pasokan beras di PIBC skitar 2.500 ton/hari.

Pada hari Kamis, 28 September 2017 stok beras di PIBC pun mencapai di atas normal, yaitu 50.394 ton, jauh lebih tinggi dari batas normal stok 30.000 ton pada akhir bulan. "Jelas kondisi ini menunjukkan bahwa ketersediaan beras (produksi padi) cukup dan aman," katanya.

Selanjutnya, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh Tim Badan Ketahanan Pangan, Agung mengatakan bahwa sejak efektivitas pemberlakuan HET Beras tanggal 18 September 2017, harga beras di PIBC stabil, bahkan pada sebagian jenis beras menunjukkan penurunan seperti beras Setra, Saigon Bandung, Muncul II, Muncul III, IR-64 I, IR062 II, dan IR-64 III sekitar Rp25/kg sampai dengan Rp50/kg.

Harga beras di PIBC pada hari jumat, 29 September 2017 untuk beras IR-64 I, IR-64 II, dan IR-64 III berkisar Rp9.050/kg sampai Rp10.300/kg dari kondisi tanggal 18 September 2017 berkisar Rp9.050/kg sampai Rp10.325/kg, sedang beras Muncul II dan Muncul III berkisar Rp9.125/kg sampai Rp9775/kg dari kondisi tanggal 18 September 2017 berkisar Rp9.175/kg sampai Rp9.825/kg.

Hasil pemantauan Tim Badan Ketahanan Pangan terhadap harga beras di tingkat ritel modern di DKI Jakarta dan kota sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok menunjukkan bahwa harga beras sudah mengacu pada HET Beras Premium (Rp12.800/kg), yang berarti harga beras premium turun cukup signifikan dari sebelumnya berkisar Rp15.000/kg sampai ada yang Rp28.000/kg.

"Beberapa ritel menyampaikan penjualan beras mengalami peningkatan. Hal ini berarti konsumen dapat membeli beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," ungkapnya.

Sambung dia menerangkan adanya isu beras medium langka di pasar/ritel tidak sepenuhnya benar, karena saat ini beras premium lebih banyak beredar antara lain disebabkan saat ini musim panen gadu yang kualitas gabahnya lebih baik (sinar matahari cukup), sehingga pelaku usaha lebih mudah mengolah gabah menjadi beras premium.

Untuk beras khusus, sampai saat ini pengaturan harga, persyaratan, dan mutu masih dalam proses penyelesaian di Kementerian Pertanian. Pengaturan ini perlu dilakukan agar konsumen benar-benar mendapatkan beras sesuai dengan klaim kualitas yang dinyatakan oleh pelaku usaha/produsen beras khusus, baik untuk beras organik, beras kesehatan, beras Indikasi Geografis, maupun beras tertentu yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri, serta beras ketan, beras merah, dan beras hitam.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Jual Beras Bulog di...
Jual Beras Bulog di Atas Rp9.400 per Kg Bakal Dipidana
Harga dan Jenis Beras...
Harga dan Jenis Beras di Pasaran, dari yang Pulen hingga Pera
Waspada, Harga Beras...
Waspada, Harga Beras Diprediksi Nanjak Terus hingga Akhir Tahun
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved