Status Gunung Agung Tak Pengaruhi Inflasi Bali

Senin, 02 Oktober 2017 - 13:59 WIB
Status Gunung Agung...
Status Gunung Agung Tak Pengaruhi Inflasi Bali
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September sebesar 0,13%. Namun, ada beberapa kota yang mencatat deflasi karena adanya penurunan harga komoditas, salah satunya di beberapa kota di Bali.

(Baca: Inflasi September 2017 Masih Terkendali 0,13% )

Mengetahui fakta tersebut, Kepala BPS Ketjuk Suhariyanto menegaskan, kondisi Gunung Agung yang saat ini sedang dalam status awas-waspada, tidak berpengaruh terhadap harga komoditas kota-kota di Bali.

"Untuk Bali tidak ya, karena kami lacak di Denpasar dan Singaraja, itu justru deflasi. Jadi menurut kami tidak berpengaruh ke harga ya," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Pihaknya berharap, dengan status Gunung Agung tersebut, tidak akan menjadi bencana yang akan menimpa Bali. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau bergerakan harga di beberapa kota di Bali.

(Baca: BPS Catat Bahan Makanan Deflasi 0,53% September 2017 )

Sementara untuk pariwisata, saat ini belum terdapat dampak signifikan, karena aktivitas pariwisata masih seperti biasanya. Para pengungsi juga sudah banyak yang pulang di kawasan kaki Gunung Agung.

"Tapi kita perlu lihat seberapa masif nanti, karena banyak pengungsi sudah balik. Mudah-mudahan erupsi tidak sebesar yang dikhawatirkan," imbuhnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved