Pejabat Perdagangan Indonesia Diajak Berani Buka Pasar Baru

Selasa, 03 Oktober 2017 - 15:39 WIB
Pejabat Perdagangan...
Pejabat Perdagangan Indonesia Diajak Berani Buka Pasar Baru
A A A
JAKARTA - The Canada-Indonesia Trade and Private Sector Assistance Project (TPSA) bersama Direktorat Jendral Perundingan Perdagangan Internasional (DJPPI), Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kemampuan negosiasi perjanjian dan perundingan internasional. Tercatat ada 50 peserta yang terdiri dari pejabat-pejabat Kemendag, kementerian dan lembaga terkait, serta perwakilan sektor swasta, termasuk Kadin dan Apindo.

Manager Komunikasi TPSA Julia C Sembiring dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/10/2017) menerangkan lewat pelatihan tersebut, pejabat-pejabat perdagangan Indonesia didorong untuk menganggap perundingan perdagangan sebagai peluang untuk pembangunan ekonomi dan menjadi ambisius demi tujuan perundingan mereka selama lokakarya 3 hari mengenai Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreeement, FTA) antara 5-7 September di Jakarta.

Indonesia saat ini menjalankan 22 perundingan bilateral dengan negara-negara lain. Ditambahkan olehnya bahwa perjanjian-perjanjian perdagangan adalah perangkat pembangunan yang sangat berguna karena dapat menghasilkan peluang unik untuk meningkatkan daya saing industri domestik dengan reformasi perundang-undangan dan membuka pasar nasional menembus kompetisi internasional.

"Merundingkan perjanjian-perjanjian tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab perunding perdagangan. Berbagai lembaga dan pejabat pemerintah harus terinformasi dan terlibat sepanjang perundingan. Pendekatan “Tiga K” -konsultasi, komunikasi dan koordinasi (“Triple C” approach-consultation, communication, and coordination)-adalah kunci keberhasilan," terangnya.

Sementara Duta Besar Soemadi D. M. Brotodiningrat, Ketua Kelompok Perunding Indonesia untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif EFTA-Indonesia menggambarkan perubahan sifat perjanjian perdagangan dalam pidatonya.

“Seiring dengan makin luasnya cakupan, praktik-pratik, dan teknik-teknik, perundingan perdagangan juga telah mengalami transformasi signifikan. Penerapan pertukaran konsesi dan penurunan tarif yang sudah berlangsung lama melalui penjadwalan, penciptaan rumus (formula), serta proses permintaan dan penawaran saat ini dilengkapi dengan penerapan pembuatan peraturan yang kompleks pada berbagai bidang,” kata Duta Besar Brotodiningrat dalam pidato pembuka.

Perunding perdagangan diyakini harus lebih berhati-hati terhadap ketentuan-ketentuan yang sesuai ketika menyatakan sifat dan cakupan kewajiban serta menyusun pasal-pasal perjanjian perdagangan bebas (FTA).

"Negara-negara berkembang mungkin khawatir bahwa negosiasi perjanjian perdagangan bebas generasi selanjutnya tidak akan sesuai dalam mewujudkan tujuan pembangunan ekonomi dan sosial. Meski demikian, contoh-contoh seperti Meksiko (dalam memasuki Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dengan Kanada dan Amerika Serikat) menunjukkan bahwa ambisi akan menciptakan imbalan yang baik," terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
42 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
1 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
3 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved