Konsumsi Pemerintah Diprediksi Meningkat Tahun 2018
Selasa, 03 Oktober 2017 - 23:39 WIB
Konsumsi Pemerintah Diprediksi Meningkat Tahun 2018
A
A
A
JAKARTA - Konsumsi pemerintah diperkirakan meningkat pada tahun 2018, namun defisit akan tetap terjaga karena peningkatan kinerja penerimaan terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan reformasi perpajakan.
Sebagai sinyal atas komitmennya terhadap disiplin fiskal APBN tahun 2018 yang diusulkan pemerintah, maka defisit berada diangka 2,2% dari PDB.
"Ini suatu sinyal yang jelas, dimana kehati-hatian fiskal mendapat perhatian yang tinggi. Pengelolaan fiskal yang kuat terus memberikan landasan yang kuat bagi pertumbuhan di masa depan," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves di Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Saat ini, kebijakan fiskal dan moneter, merespons momentum pertumbuhan dengan kebijakan yang menstimulasi perekonomian.
Berdasarkan laporan ekonomi Bank Dunia, pertumbuhan PDB riil diperkirakan mencapai 5,1% pada tahun 2017. Sementara tahun 2018, menjadi 5,3% karena didukung oleh perekonomian global serta kondisi domestik yang lebih kuat.
Dia melanjutkan, kuatnya perekonomian domestik juga disebabkan oleh reformasi perekonomian yang terus berlanjut dan secara bertahap mulai memberikan dampak.
"Konsumsi swasta diproyeksikan menguat seiring dengan kenaikan upah riil dan peningkatan lapangan kerja," ujarnya.
Sebagai sinyal atas komitmennya terhadap disiplin fiskal APBN tahun 2018 yang diusulkan pemerintah, maka defisit berada diangka 2,2% dari PDB.
"Ini suatu sinyal yang jelas, dimana kehati-hatian fiskal mendapat perhatian yang tinggi. Pengelolaan fiskal yang kuat terus memberikan landasan yang kuat bagi pertumbuhan di masa depan," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves di Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Saat ini, kebijakan fiskal dan moneter, merespons momentum pertumbuhan dengan kebijakan yang menstimulasi perekonomian.
Berdasarkan laporan ekonomi Bank Dunia, pertumbuhan PDB riil diperkirakan mencapai 5,1% pada tahun 2017. Sementara tahun 2018, menjadi 5,3% karena didukung oleh perekonomian global serta kondisi domestik yang lebih kuat.
Dia melanjutkan, kuatnya perekonomian domestik juga disebabkan oleh reformasi perekonomian yang terus berlanjut dan secara bertahap mulai memberikan dampak.
"Konsumsi swasta diproyeksikan menguat seiring dengan kenaikan upah riil dan peningkatan lapangan kerja," ujarnya.
(ven)
Lihat Juga :