Rencana Divestasi Bank Banten Dapat Banyak Dukungan

Rabu, 04 Oktober 2017 - 15:01 WIB
Rencana Divestasi Bank...
Rencana Divestasi Bank Banten Dapat Banyak Dukungan
A A A
JAKARTA - Rencana divestasi alias pelepasan saham Bank Banten dari Bank Jabar Banten (BJB) mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya disampaikan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Banten.

Ketua Pospera Banten, Ahmad Yuslizar mengemukakan, pihaknya sangat mendukung kemajuan Bank Banten termasuk rencana penarikan seluruh aset Bank Banten yang ada di BJB agar Bank Banten bisa berskala nasional.

“Sudah seharusnya Bank Banten mengambil alih dana-dana yang ada di BJB. Tentu dengan syarat konkret demi kebutuhan dan kesejahteraan warga Banten,” ujarnya, Rabu (4/10/2017).

Sebagai Bank milik Pemerintah Provinsi Banten yang sudah melepaskan diri dari BJB, dia mendesak agar rencana inisegera direalisasikan dengan cepat. Dia yakin rencana divestasi ini akan mendapat dukungan penuh masyarakat.

“Sudah saatnya memang Banten ini memiliki bank berskala nasional yang bisa memberikan kepercayaan buat masyarakat Banten khususnya, dan masyarakat Indonesia secara umum,” kata pria yang akrab disapa Bang Yos ini.

Dia pun mendesak agar Pemerintah Provinsi Banten bergerak cepat. Jangan sampai ini tertunda-tunda yang bisa mengakibatkan adanya kebingungan antara masyarakat Banten yang ingin menyimpan uangnya.

“Saya kira ini harus mendapat respons positif dari pemprov. Harus ada langkah cepat agar divestasi ini bisa segera terwujud,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah meminta agar Pemprov Banten mendorong agar segera melakukan divestasi saham dari BJB. “Tidak perlu kita tambah lagi modal ke BJB. Buat apa? Justru kita akan mendorong dilakukan divestasi (pelepasan/pengurangan). Anggaran yang ada di BJB itu akan kita tarik semua untuk dimasukkan ke Bank Banten,” jelas Asep.

Sebenarnya, lanjut Asep, rencana penarikan modal di BJB sudah mencuat saat Pemprov Banten dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Nata Irawan. “Ya, ini terhenti. Karena memang sekarang ini ada gubernur baru (Gubernur Wahidin Halim), ya kita serahkan ke gubernur baru. DPRD kan hanya mengingatkan saja,” kata Asep.

Menurutnya, modal Bank Banten perlu ditambah agar perusahaan semakin sehat. “Ini berguna untuk menjaga agar Pemprov Banten tetap menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali di Bank Banten,” terangnya.

Dia meyakini jika modal di BJB dialihkan ke Bank Banten, dalam kurun waktu 2 - 3 tahun Bank Banten sudah bisa memberi dividen kepada Pemprov Banten. “Untuk itu, direksi Bank Banten perlu serius, prospek bisnis ke depan harus bergerak cepat untuk memulihkan kondisi Bank Banten agar lebih sehat. Ibaratnya kita membeli rumah yang atapnya bolong-bolong, temboknya sudah kusam, dan lainnya, jadi harus direnovasi dulu biar bagus. Butuh kesabaran memang,” ujarnya.

Meski demikian, persoalan divestasi ini harus dikomunikasikan lebih lanjut dengan gubernur selaku pemegang saham dan pemegang kebijakan di Pemprov Banten. “Saya juga sudah meminta Komisi III agar membuat kesimpulan hasil rapat (internal). Salah satunya membahas penyertaan modal untuk Bank Banten dan soal divestasi BJB,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank bjb Mulai Lakukan...
Bank bjb Mulai Lakukan Tahapan Proses Marger Bank Banten
OJK Setujui Merger Bank...
OJK Setujui Merger Bank Banten dan Bank Bjb
Berpeluang Ganggu Harga...
Berpeluang Ganggu Harga Saham, Pengamat: Jangan Buru-buru Sebut Merger BJBR-BEKS
Tak Hanya Jabar dan...
Tak Hanya Jabar dan Banten, bank bjb Hadir untuk Seluruh Daerah di Indonesia
Pembobol Dana Nasahah...
Pembobol Dana Nasahah Bank BJB Ditangkap
Pengamat Minta Merger...
Pengamat Minta Merger BJBR dan BEKS Tidak Tergesa Gesa
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved