ideA Minta Kesetaraan Soal Pengenaan Pajak E-commerce

Rabu, 04 Oktober 2017 - 17:33 WIB
ideA Minta Kesetaraan...
ideA Minta Kesetaraan Soal Pengenaan Pajak E-commerce
A A A
JAKARTA - Indonesian E-commerce Assoiation (ideA) meminta pemerintah menerapkan prinsip perlakuan yang setara (equal treatment) dalam rencana mengutip pajak dari para pelaku e-commerce. Sebab, wacana awal yang digulirkan pemerintah dinilai masih belum adil untuk pemilik marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, ataupun Belanja.com.

Ketua Umum ideA Aulia Ersyah Marinto mengatakan, pemerintah rencananya hanya akan mengutip pajak dari barang-barang yang dijual di marketplace. Hal tersebut dinilai tidak adil, karena dengan begitu para pedagang dikhawatirkan akan berpindah ke media sosial.

"Dia akan bilang, lebih bagus saya jual di sosial media saja daripada saya jualan di e-commerce. Kalau begini ceritanya, tidak equal treatment," katanya di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Aulia menginginkan pemerintah memberi perlakuan yang sama kepada media yang menjualkan produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pajak tersebut harus diberlakukan di seluruh platform penjualan, baik melalui marketplace atau media sosial.

"Jadi substansinya adalah equal treatment, perlakuan yang sama atas sebuah aturan kepada media penjualan UKM. Dia harus diberlakukan ke e-commerce di platform marketplace dan juga media yang lain, termasuk sosial media. Kalau tidak, maka tidak ada yang mau menjadi penjual di marketplace. Lantas investasi kita yang sudah besar bagaimana?" tuturnya.

Pada dasarnya, Aulia mengaku sepakat dengan rencana pemerintah mengutip pajak atas transaksi di media online. Namun, tegas dia, pemerintah juga harus berlaku adil kepada seluruh pihak yang bergelut di sektor tersebut.

"Jadi tolong katakan, substansinya yang harus dibedakan. Bahwa pajak itu harus dikutip, kita dukung. Tapi kalau diberlakukan sepihak itu yang menjadi harus dibahas ulang. Jadi saya harapkan kita dengan pemerintah ada dialog dulu nih. Boleh kalau ini tingkatannya wacana, supaya ada dialog. Jadi jangan diberlakukan dulu," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Kebijakan Sertifikasi...
Kebijakan Sertifikasi Diyakini Hambat Serbuan Produk Impor
Siap-siap Penggila Belanja...
Siap-siap Penggila Belanja Online, Pajak Digital Bisa Berlaku ke Seluruh E-Commerce
Kebijakan Perubahan...
Kebijakan Perubahan Privasi Platform E-Commerce Dinilai Wajar
TIMING
TIMING
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
20 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
36 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved