Jokowi Ingin Jual Anak Usaha Pelat Merah, BUMN Akan Klarifikasi

Rabu, 04 Oktober 2017 - 17:48 WIB
Jokowi Ingin Jual Anak...
Jokowi Ingin Jual Anak Usaha Pelat Merah, BUMN Akan Klarifikasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pernyataan bakal menjual ratusan anak perusahaan BUMN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dalam upaya menciptakan efisiensi. Menanggapi hal tersebut, Kementerian BUMN menekankan bakal mengklarifikasi lebih dulu sebelum mengikuti semua arahan dari orang nomor satu di Indonesia tersebut.

(Baca Juga: Jokowi Minta 800 Anak Usaha BUMN Dijual )

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, selaku pengelola perusahaan pelat merah, pihaknya akan melakukan yang terbaik. Namun, untuk cetusan BUMN dijual konteksnya masih belum dijelaskan Jokowi.

"Kementerian BUMN itu memang mengelola BUMN. Jadi, keputusan kebijakan pemerintah seperti apa itu kita sejalan, tapi konteksnya seperti apa terus terang tentu kita harus klarifikasi dulu," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Lebih lanjut Ia mengatakan, pernyataan Jokowi ketika menghadiri Rakornas Kadin Indonesia 2017 soal Kadin yang protes para BUMN mendominasi dunia usaha tidak benar. Justru, jika perusahaan pelat merah bersinergi dengan swasta bisa lebih bagus.

"Tapi saya jelaskan melibatkan swasta dalam BUMN itu sudah luar biasa. Tapi, bahwa sampai dimana? Saya rasa itu lebih fair itu minggu depan kita ingin melihat konglomerasi BUMN sebenarnya seperti apa dari hulu hingga hilir," katanya.

Sebelumnya, Jokowi menyepakati usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk melebur sedikitnya 800 anak perusahan BUMN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Usulan tersebut telah disampaikan Preside kepada para menteri dalam sidang kabinet paripurna, kemarin.

Presiden mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 800 anak perusahaan BUMN dari total 118 perusahaan induk BUMN. Jumlah tersebut memang harus dilebur untuk menciptakan efesiensi. Terlebih kata Presiden, banyak anak perusahaan yang mengerjakan proyek di luar koridor perusahan pelat merah.

Menurutnya, jumlah anak perusahaan BUMN yang ada saat ini muncul jauh sebelum dirinya menjabat orang nomor satu di Indonesia. Namun Presiden mengaku heran kenapa hal tersebut baru dikeluhkan menjelang masa pemerintahannya berakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi:...
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi: Tidak Ada Lagi yang Namanya Proteksi
Dicopot dari Jabatan...
Dicopot dari Jabatan Komisaris, Immanuel Ebenezer Akan Tetap Bela Jokowi
Jokowi Restui Pembentukan...
Jokowi Restui Pembentukan Holding BUMN Pangan
Soal Adaptasi Teknologi,...
Soal Adaptasi Teknologi, Jokowi: Tidak Bisa Tidak Kita Ini Balapan
Bertolak ke Lombok Jokowi...
Bertolak ke Lombok Jokowi Resmikan Injourney Siang Ini
BUMN yang Dibubarkan...
BUMN yang Dibubarkan oleh Jokowi Sepanjang 2021-2023
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
3 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
3 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
5 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
5 jam yang lalu
Infografis
Benarkah Bawang Merah...
Benarkah Bawang Merah Berkhasiat Menurunkan Demam pada Anak?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved