Usai Cetak Rekor, IHSG Ditutup Terperosok 49,57 Poin
Kamis, 05 Oktober 2017 - 16:34 WIB
Usai Cetak Rekor, IHSG Ditutup Terperosok 49,57 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup terperosok cukup dalam hingga 49,57 poin setara 0,83% ke level 5.901,91. Kondisi IHSG sore ini di tengah variatifnya bursa saham Asia.
IHSG siang tadi tercatat berbalik ambruk sebesar hingga 35,21 poin setara 0,59% ke level 5.916,26 setelah pagi tadi dibuka naik tipis sebesar 1,80 poin setara 0,03% ke level 5.953,28. Kemarin, IHSG menguat 12,02 poin setara 0,20% ke level 5.951,48.
Semua sektor saham dalam negeri sore ini berada di jalur negaitif dengan sektor perdagangan melemah terdalam sebesar 1,42% disusul sektor konsumer yang turun 1,16%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,22 triliun dengan 6,99 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp454 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,99 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,54 triliun. Tercatat sebesar 136 saham menguat, 226 saham melemah dan 105 saham stagnan.
Saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp550 menjadi Rp5.500, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp150 menjadi Rp6.700, dan PT Arthavest Tbk (ARTA) naik Rp92 menjadi Rp478.
Sementara beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp100 menjadi Rp2.630, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melemah Rp60 menjadi Rp3.360, dan PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp50 menjadi Rp7.950.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia diperdagangkan mixed alias variatif dengan beberapa perusahaan ritel Australia goyah setelah data penjualan yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan konsumen melemah.
Perputaran ritel negara itu turun 0,6% pada Agustus, data dari Biro Statistik Australia menunjukkan, melampaui jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 0,3%. Itu adalah penurunan penjualan terburuk sejak awal 2013.
Ada penurunan dalam ritel makanan, kafe, restoran dan layanan makanan takeaway, barang keperluan rumah tangga dan pakaian, alas kaki dan aksesoris pribadi. Sektor yang mengalami kenaikan termasuk department store.
Saham ritel Australia mixed dengan saham Myer ditutup turun 1,3%, saham Harvey Norman turun 0,52%, dan JB Hi-Fi turun 0,74%. Saham Metcash naik 1,63%, saham Wesfarmers bertambah 0,32% dan saham Woolworth naik 0,53%.
Di Jepang, Indeks Nikkei melepaskan sedikit kenaikan awal hingga mendekati rata-rata di level 20.628,56, sementara indeks Topix berakhir turun 2,07 poin atau 0,12% menjadi 1.682,49. Di tempat lain, Indeks Nifty 50 India turun 0,18% pada sore hari, dan indeks Straits Times naik 0,77%.
Sementara, bursa saham China, Hong Kong dan Korea Selatan ditutup untuk liburan publik.
IHSG siang tadi tercatat berbalik ambruk sebesar hingga 35,21 poin setara 0,59% ke level 5.916,26 setelah pagi tadi dibuka naik tipis sebesar 1,80 poin setara 0,03% ke level 5.953,28. Kemarin, IHSG menguat 12,02 poin setara 0,20% ke level 5.951,48.
Semua sektor saham dalam negeri sore ini berada di jalur negaitif dengan sektor perdagangan melemah terdalam sebesar 1,42% disusul sektor konsumer yang turun 1,16%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,22 triliun dengan 6,99 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp454 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,99 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,54 triliun. Tercatat sebesar 136 saham menguat, 226 saham melemah dan 105 saham stagnan.
Saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp550 menjadi Rp5.500, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp150 menjadi Rp6.700, dan PT Arthavest Tbk (ARTA) naik Rp92 menjadi Rp478.
Sementara beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp100 menjadi Rp2.630, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melemah Rp60 menjadi Rp3.360, dan PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp50 menjadi Rp7.950.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia diperdagangkan mixed alias variatif dengan beberapa perusahaan ritel Australia goyah setelah data penjualan yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan konsumen melemah.
Perputaran ritel negara itu turun 0,6% pada Agustus, data dari Biro Statistik Australia menunjukkan, melampaui jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 0,3%. Itu adalah penurunan penjualan terburuk sejak awal 2013.
Ada penurunan dalam ritel makanan, kafe, restoran dan layanan makanan takeaway, barang keperluan rumah tangga dan pakaian, alas kaki dan aksesoris pribadi. Sektor yang mengalami kenaikan termasuk department store.
Saham ritel Australia mixed dengan saham Myer ditutup turun 1,3%, saham Harvey Norman turun 0,52%, dan JB Hi-Fi turun 0,74%. Saham Metcash naik 1,63%, saham Wesfarmers bertambah 0,32% dan saham Woolworth naik 0,53%.
Di Jepang, Indeks Nikkei melepaskan sedikit kenaikan awal hingga mendekati rata-rata di level 20.628,56, sementara indeks Topix berakhir turun 2,07 poin atau 0,12% menjadi 1.682,49. Di tempat lain, Indeks Nifty 50 India turun 0,18% pada sore hari, dan indeks Straits Times naik 0,77%.
Sementara, bursa saham China, Hong Kong dan Korea Selatan ditutup untuk liburan publik.
(izz)
Lihat Juga :