PLN Minta Ada Permen Khusus Atur Harga Batu Bara

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 12:45 WIB
PLN Minta Ada Permen...
PLN Minta Ada Permen Khusus Atur Harga Batu Bara
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menilai, kenaikan harga batu bara bisa menekan kondisi keuangan internal perseroan. Pihaknya meminta ada aturan yang mengatur harga khusus pasokan batu bara ke BUMN yang dipimpinnya.

"Satu yang diminta pemerintah agar tidak menaikkan tarif listrik. Sisi yang lain harga batu bara internasional naik. Ini yang bisa menekan keuangan PLN," katanya di Jakarta, Kamis (5/10/2017) malam.

Demi menghindari PLN agar tidak tertekan dalam hal keuangan, maka Sofyan meminta ada skema khusus pasokan batu bara. Yaitu, ada kebijakan domestic market obligation (DMO) dengan disesuaikan harganya. Tidak disesuaikan dengan kenaikan harga internasional, apalagi saat kenaikan.

"Total batu bara yang dijual 500 juta ton per tahun. Sedangkan yang untuk dibeli PLN hanya 80 juta ton, jadi ada 420 juta ton yang bisa mendapatkan keuntungan maksimum," jelas dia.

Sementara, lanjut Sofyan, yang 80 juta ton batu bara untuk pasokan ke PLN harganya dibatasi. Sebab, ini menyangkut hajat hidup orang banyak yaitu masyarakat Indonesia.

"Karena, jangan sampai PLN tertekan dalam hal keuangan. Karena begitu laba berkurang kemampuan investasi lebih banyak berkurang. Apalagi, tarif tidak boleh naik," tegasnya.

Pihaknya sudah berbicara langsung ke Presiden Joko Widodo dan mendapat respons positif. Bahkan, pihkanya diminta langsung menghitung kebutuhan biaya dengan pola yang diusulkannya.

"Kalau sudah dan klop, maka akan dikeluarkan peraturan pemerintah yang mengatur harga khusus pasokan batu bara ke PLN," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Tarif Listrik PLN Awal...
Tarif Listrik PLN Awal Agustus 2025
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved