Sentuh Rp13.500/USD, Rupiah Tersengat Sentimen Global
Minggu, 08 Oktober 2017 - 14:35 WIB
Sentuh Rp13.500/USD, Rupiah Tersengat Sentimen Global
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah dalam sepekan ini kembali melemah seiring menguatnya laju dolar Amerika Serikat (USD). Sentimen global yang membuat pelaku pasar masih memegang USD secara tidak langsung membuat rupiah tertekan.
Selain itu, sentimen positif dari dalam negeri kurang mampu mengangkat rupiah. Adapun nilai tukar rupiah melemah 0,23% atau lebih rendah dari pelemahan di pekan sebelumnya sebesar 1,20%.
"Pekan ini, laju rupiah sempat melemah ke level Rp13.585/USD. Sementara level tertinggi yang dicapai di angka Rp13.453/USD di bawah level high sebelumnya di Rp13.307/USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (8/10/2017).
(Baca: Euro dan Pounds Tertekan, Rupiah Ditutup Makin Ambles )
Dia menjelaskan, pergerakan rupiah melemah seiring penguatan laju USD setelah merespons pelemahan euro (EUR) karena meningkatnya kekhawatiran situasi politik di Spanyol yang sedang mengadakan pemilu. Kekhawatiran gagalnya suksesi pergantian kepemimpinan di Spanyol membuat laju euro melemah.
Kendati demikian, pergerakan rupiah sempat menguat sebentar seiring aksi jual USD. Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan USD yang banyak didukung dengan rilis kenaikan data-data ekonomi untuk merealisasikan keuntungan.
"Spekulasi yang beredar di pasar, di mana calon pengganti Yellen (Janet Yellen) sebagai Gubernur The Fed dianggap kurang hawkish menjadi salah satu penekan USD. Indikasi pelemahan pun terlihat saat Menteri Keuangan AS lebih memilih Jerome Powell dibandingkan Kevin Warsh sebagai gubernur The Fed. Powell dianggap lebih dovish, sehingga berimbas pada pelemahan USD," pungkasnya.
Selain itu, sentimen positif dari dalam negeri kurang mampu mengangkat rupiah. Adapun nilai tukar rupiah melemah 0,23% atau lebih rendah dari pelemahan di pekan sebelumnya sebesar 1,20%.
"Pekan ini, laju rupiah sempat melemah ke level Rp13.585/USD. Sementara level tertinggi yang dicapai di angka Rp13.453/USD di bawah level high sebelumnya di Rp13.307/USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (8/10/2017).
(Baca: Euro dan Pounds Tertekan, Rupiah Ditutup Makin Ambles )
Dia menjelaskan, pergerakan rupiah melemah seiring penguatan laju USD setelah merespons pelemahan euro (EUR) karena meningkatnya kekhawatiran situasi politik di Spanyol yang sedang mengadakan pemilu. Kekhawatiran gagalnya suksesi pergantian kepemimpinan di Spanyol membuat laju euro melemah.
Kendati demikian, pergerakan rupiah sempat menguat sebentar seiring aksi jual USD. Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan USD yang banyak didukung dengan rilis kenaikan data-data ekonomi untuk merealisasikan keuntungan.
"Spekulasi yang beredar di pasar, di mana calon pengganti Yellen (Janet Yellen) sebagai Gubernur The Fed dianggap kurang hawkish menjadi salah satu penekan USD. Indikasi pelemahan pun terlihat saat Menteri Keuangan AS lebih memilih Jerome Powell dibandingkan Kevin Warsh sebagai gubernur The Fed. Powell dianggap lebih dovish, sehingga berimbas pada pelemahan USD," pungkasnya.
(dmd)