Inflasi Terkendali Masih Belum Bisa Bikin Rupiah Menguat
Minggu, 08 Oktober 2017 - 16:31 WIB
Inflasi Terkendali Masih Belum Bisa Bikin Rupiah Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis melihat adanya rilis data perekonomian, yakni inflasi September yang terkendali sebesar 0,13% di atas perkiraan tidak cukup membuat laju rupiah berbalik naik.
Adanya ekspektasi dan sikap positif pelaku pasar terhadap rilis kinerja keuangan emiten di periode kuartal III/2017 dibarengi ekspektasi akan rilis kenaikan indeks aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) memberikan sentimen positif pada pasar keuangan AS yang secara tidak langsung berimbas positif pada pergerakan dolar AS (USD).
"Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran refrendum yang terjadi di Spanyol membuat pergerakan euro masih tertekan, sehingga terlihat seperti memberi jalan pada terapresiasinya USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (8/10/2017).
Dia menerangkan, meski pergerakan USD kembali mengalami kenaikan, namun tidak menghalangi rupiah untuk kembali positif. Kenaikan USD seiring dengan kembali optimisnya pelaku pasar terhadap perbaikan yang ada di ekonomi AS.
Adapun, sebelumnya USD sempat melemah karena pelaku pasar masih bersikap menahan diri terhadap ekspektasi langkah moneter yang akan diambil The Fed jika nantinya dipimpin Jerome Powell yang dianggap dovish dibandingkan Yellen.
"Sementara dari dalam negeri, kenaikan rupiah dibarengi dengan peresmian mega proyek PLTU dan terminal batu bara yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Tentunya ini merupakan bisa jadi berita positif bagi rupiah," tandas Reza.
Adanya ekspektasi dan sikap positif pelaku pasar terhadap rilis kinerja keuangan emiten di periode kuartal III/2017 dibarengi ekspektasi akan rilis kenaikan indeks aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) memberikan sentimen positif pada pasar keuangan AS yang secara tidak langsung berimbas positif pada pergerakan dolar AS (USD).
"Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran refrendum yang terjadi di Spanyol membuat pergerakan euro masih tertekan, sehingga terlihat seperti memberi jalan pada terapresiasinya USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (8/10/2017).
Dia menerangkan, meski pergerakan USD kembali mengalami kenaikan, namun tidak menghalangi rupiah untuk kembali positif. Kenaikan USD seiring dengan kembali optimisnya pelaku pasar terhadap perbaikan yang ada di ekonomi AS.
Adapun, sebelumnya USD sempat melemah karena pelaku pasar masih bersikap menahan diri terhadap ekspektasi langkah moneter yang akan diambil The Fed jika nantinya dipimpin Jerome Powell yang dianggap dovish dibandingkan Yellen.
"Sementara dari dalam negeri, kenaikan rupiah dibarengi dengan peresmian mega proyek PLTU dan terminal batu bara yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Tentunya ini merupakan bisa jadi berita positif bagi rupiah," tandas Reza.
(dmd)
Lihat Juga :