Harga Gas Selangit, Delapan Pabrik Keramik Kolaps

Senin, 09 Oktober 2017 - 14:36 WIB
Harga Gas Selangit,...
Harga Gas Selangit, Delapan Pabrik Keramik Kolaps
A A A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Puri Kemenangan Jaya Jusmery Chandra mengatakan, selama dua tahun terakhir terdapat delapan pabrik keramik yang tutup alias kolaps. Hal ini karena harga gas untuk industri di Tanah Air sangat tinggi.

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejatinya telah menginstruksikan penurunan harga gas per 1 Januari 2016. Namun, hingga hari ini harga gas untuk pelanggan industri masih naik, padahal, harga minyak dan gas bumi (migas) di pasar global sudah turun.

"Terus terang merasa prihatin karena Presiden sudah mencanangkan penurunan harga gas yang katanya berlaku 1 Januari 2016, kenyataan sampai hari ini sudah sampai 2 tahun gas juga belum turun. Sementara di Indonesia sudah ada delapan pabrik keramik yang tutup atau 20% dari total pabrik di Indonesia," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Hal tersebut lantaran utilisasi industri tersebut hanya sekitar 70%. Akibatnya, para industri tersebut merugi. "Jadi, begitu utilisasi hanya 60%-70% pasti itu rugi. Rugi dua sampai tiga bulan oke, masih bisa di-cover, tapi kalau sampai setahun itu ujung-ujungnya kebangkrutan," imbuh dia.

Menurutnya, potensi industri keramik di Tanah Air sejatinya sangat besar, bahkan industri keramik Indonesia merupakan nomor lima di dunia. Sayangnya, perhatian pemerintah sangat kurang, apalagi gempuran keramik impor terus datang dari China dan kini Vietnam.

"Saya lebih prihatin lagi, dulu kan untuk menangkal impor itu SNI. Kenyataannya pihak forwarder malah pegang sertifikat SNI. Jadi hanya cukup hubungi forwarder, mau berapapun jumlahnya akan dapat sertifikat SNI, malah lebih mudah. Itu fenomena yang saya anggap tidak pro industri, bahaya sekali," tuturnya.

Anggota Asosiasi Keramik Indonesia (Asaki) ini menambahkan, ongkos yang dikeluarkan untuk kebutuhan gas mencakup 30%-40% dari total ongkos produksi industri keramik. Sebab itu, harga gas yang sangat tinggi di Indonesia sangat memukul industri keramik di dalam negeri.

Dia menuturkan, jika misalnya dengan impor masuk yang sangat besar, pihaknya akan terasa. Karena itu, dia berharap bisa membantu untuk menyuarakan karena industri efeknya sangat besar.

"Efek tenaga kerja, belum lagi faktor pendukung seperti supplier distributor. Jika pabrik sudah mati, untuk hidup lagi potensinya kecil sekali. Posisi yang sudah bertahan itu antara hidup segan dan mati tak mau. Pabrik tersebut rugi karena kita tidak mungkin hasilkan untung 30%," terang Chandra.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Usai Harga Gas, Industri...
Usai Harga Gas, Industri Keramik Curhat Soal Kontainer Ekspor
Dapat Uluran Tangan...
Dapat 'Uluran Tangan' Banyak Pihak, Industri Keramik Kembali Bangkit
Harga Gas Resmi Turun,...
Harga Gas Resmi Turun, Industri Keramik Siap Tingkatkan Ekspor
Setelah Dilindungi dan...
Setelah Dilindungi dan Harga Gas Turun, Saatnya Geber Industri Keramik
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Industri Digerujuk Gas...
Industri Digerujuk Gas Murah, Negara Dapat Apa?
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
16 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved