Wall Street Melambat Menanti Laporan Pendapatan Emiten

Selasa, 10 Oktober 2017 - 08:36 WIB
Wall Street Melambat...
Wall Street Melambat Menanti Laporan Pendapatan Emiten
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup melemah pada Senin waktu setempat, karena investor sedang menanti musim pendapatan para emiten. Mengutip dari CNBC, Selasa (10/10/2017), indeks Nasdaq turun 0,15% berakhir menjadi 6.579,73, setelah mencapai rekor tertinggi di awal sesi. Meski demikian, Nasdaq telah membukukan kemenangan beruntun selama sembilan hari.

Indeks Dow Jones Industrial Average juga membukukan posisi tertinggi sepanjang masa sebelum akhirnya ditutup menurun 12,60 poin di level 22.761,07. Hal ini disebabkan buruknya saham General Electric yang turun 4%.

Sementara itu, indeks S & P 500 tergelincir 0,2% menjadi 2.544,73. "Melemahnya Wall Street ini wajar karena pasar sedang mencerna pergerakan besar di depan katalis utama, dalam hal ini menanti musim pendapatan para emiten," kata CEO 50 Park Investments Adam Sarhan.

Beberapa perusahaan besar yang dijadwalkan melaporkan hasil kuartalan minggu ini, antara lain BlackRock, Citigroup, Bank of America dan Wells Fargo. Saham mereka semua turun pada hari Senin, menekan sektor keuangan secara keseluruhan.

Meski hari ini menurun, secara keseluruhan Wall Street telah berada pada tingkat rekor yang membuat harapan baru mengenai reformasi pajak dan data ekonomi yang kuat. Prospek reformasi pajak telah menjadi anugerah bagi pasar saham AS sejak pemilihan Presiden Donald Trump.

"Trump belum memberikan pemotongan pajak dan mengembalikan pendapatan luar negeri, namun keduanya tetap memungkinkan," kata Presiden dan Kepala Strategi Investasi di Yardeni Research, Ed Yardeni.

Menurut dia, bila Trump menghasilkan deregulasi dan pemotongan pajak, perusahaan kecil mungkin akan mendapatkan keuntungan lebih besar daripada yang lebih besar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
2 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
6 jam yang lalu
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved