Jembatan Udara, Upaya Menekan Disparitas Harga di Timur Indonesia

Selasa, 10 Oktober 2017 - 14:30 WIB
Jembatan Udara, Upaya...
Jembatan Udara, Upaya Menekan Disparitas Harga di Timur Indonesia
A A A
JAKARTA - Sukses Tol Laut mengilhami Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menggagas ide dibangunnya Jembatan Udara ke wilayah timur Indonesia. Ide lanjutan yang sementara telah diterapkan di Papua itu disebut sukses mengurangi disparitas harga hingga 20%.

Guna menilai realistis atau tidaknya perluasan konsep tersebut, digelar diskusi bertema "Efektivitas Program Jembatan Udara Dalam Mengurangi Disparitas Harga di Wilayah Indonesia Timur" di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Menhub yang bertindak sebagai keynote speaker dalam diskusi tersebutmenjelaskan, program Tol Laut dan Jembatan Udara diharapkan mampu lebih menjangkau daerah terpinggir dan juga daerah yang berada di ketinggian tertentu. Namun, untuk mempercepat pemerataan harga melalui Jembatan Udara, imbuh dia, dibutuhkan perbaikan sejumlah bandara di wilayah timur Indonesia.

"Disparitas (harga) yang paling signifikan itu di pinggiran dan di daerah yang memiliki ketinggian tertentu. Di batas-batas negara beberapa memang hanya bisa dijangkau oleh pesawat udara. Oleh karenanya, tahun ini Kemenhub (Kementerian Perhubungan) menginisiasi tol udara," jelasnya.

Penyelenggara kegiatan diskusi Toriq Hadad mengatakan, percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional yang tengah dilakukan pemerintah memang butuh strategi konektivitas secara nasional. Karena itu, pembahasan mengenai konsep Jembatan Udara yang tengah digagas Kemenhub tersebut perlu dilakukan.

"Program pemerintah dengan menyediakan moda transportasi alternatif seperti Tol Laut dan Jembatan Udara diharapkan dapat menyeimbangkan penyebaran pembangunan dan distribusi hingga ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan di Indonesia," tuturnya.

Dia mengatakan, lemahnya konektivitas nasional dapat menyebabkan tingginya biaya ekonomi, mengurangi daya saing, dan akhirnya berimbas pada lambatnya penanggulangan kemiskinan. Untuk mengatasinya, pemerintah memang harus membuat program-program yang tergabung dalam rencana konektivitas nasional yang terintegrasi secara lokal dan juga terhubung secara global.

"Makanya, program Jembatan Udara yang digagas itu perlu dibedah sehingga dapat di-explore lebih lanjut tentang ide tersebut," tandasnya.

Adapun para pakar yang turut membedah gagasan Jembatan Udara dalam diskusi tersebut adalah Kasubdit Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan Bukan Niaga Ubaedillah, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan Sihard Hadjopan Pohan, Ketua INACA (Indonesian National Air Carriers Association) Bidang Penerbangan Berjadwal Bayu Sutanto, dan Ekonom Faisal Basri.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
9 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
33 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
35 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
44 menit yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
45 menit yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved