Transaksi Kopi di Kabupaten Bandung Tembus Rp1 Triliun

Selasa, 10 Oktober 2017 - 22:11 WIB
Transaksi Kopi di Kabupaten...
Transaksi Kopi di Kabupaten Bandung Tembus Rp1 Triliun
A A A
BANDUNG - Transaksi kopi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat diperkirakan mencapai Rp1 triliun per tahun. Produksi komoditi kopi setiap tahunnya terus meningkat seiring membaiknya harga jual kopi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, kopi menjadi penyumbang pergerakan ekonomi Kabupaten Bandung selain hortikultura. Perputaran uang dari kopi diperkirakan mencapai Rp1 triliun atau cukup signifikan dibanding hortikultura seperti sayur dan buah yang mencapai Rp5 triliun per tahun.

"Kopi yang dihasilkan di Kabupaten Bandung cukup bagus. Apalagi, pertumbuhan kedai kopi dan kafe memberi pengaruh positif bagi bisnis kopi, selain ikut menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Tisna di Cafe Morning Glory Bandung, Selasa (10/10/2017).

Luas lahan pertanian yang membudidayakan kopi mencapai 11.000 hektare (ha), dengan 206 kelompok tani atau 6.000 orang petani. Setiap tahun, lahan kopi rata-rata bertambah sekitar 1.000 ha, seiring terus membaiknya harga kopi di pasaran.

Setiap tahun, Kabupaten Bandung mampu memproduksi kopi dalam bentuk buah cerry sekitar 28.143 ton dan kopi olahan sekitar 7.035 ton. Tingginya produksi kopi di Kabupaten Bandung menjadikan daerah ini berkontribusi sekitar 60% terhadap total produksi kopi Jawa Barat.

Menurutnya, setiap petani kopi, rata-rata mampu menghasilkan kopi minimal 2 ton per ha dalam bentuk buah cerry. Produksi bisa meningkat pada musim-musim tertentu. Saat ini, kopi dalam bentuk cerry dijual Rp9.000/kg dan kopi olahan Rp75.000-Rp150.000/kg.

"Saat ini kami terus menggalakkan agar petani bisa menjual kopi olahan. Karena harganya cukup kompetitif, bahkan karena kualitasnya yang cukup bagus, 75% kopi olahan Kabupaten Bandung sekarang sudah diekspor ke sejumlah negara di dunia," jelas dia.

Namun demikian, jalur ekspor kopi Kabupaten Bandung masih melalui Medan, Jakarta, atau Surabaya. Padahal, bila ekspor bisa dilakukan direct, nilai ekonomi yang bisa dirasakan petani akan lebih besar. Dia berharap, ke depan ada lembaga yang bisa menjembatani proses tersebut.

Sementara itu, produsen kopi Nata Nael Charis mengatakan, secara kualitas kopi Kabupaten Bandung cukup bagus dan banyak diminati sejumlah negara. Sayangnya, kopi Kabupaten Bandung lebih banyak dikenal sebagai brand lain.

Berbagai upaya untuk membuka keran ekspor kopi dari Kabupaten Bandung ke sejumlah negara terus diupayakan. Terakhir, upaya memperkenalkan kopi tersebut ke Australia mendapat respons cukup baik. Bahkan, walaupun volumenya masih kecil, kini ekspor direct ke Australia mulai berjalan.

"Potensi Australia itu cukup bagus. Di sana, setiap orang bisa meminium hingga lima gelas kopi per hari. Kalau kita bisa menyuguhkan kopi berkualitas, akan sangat bagus bagi petani," lanjut Nael.

Sebagai upaya penguatan kopi lokal, pada 13-15 Oktober 2017, akan digelar 1st International Bandung Coffee Festival 2017 di Atrium Utama Festival Citylink, Jalan Peta, Kota Bandung. Event tersebut akan diisi lomba meracik kopi, festival kopi, woskhop, berskala internasional. Sejumlah juri dari berbagai negara akan didatangkan untuk menilai kopi Kabupaten Bandung.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Punya Cita Rasa Tinggi,...
Punya Cita Rasa Tinggi, Kopi Indonesia Layak Dijual Mahal
Kopi Sumatera Mendunia,...
Kopi Sumatera Mendunia, Starbucks Klaim Pembeli Terbesar Jenis Arabika
Kopi Sehat Australia...
Kopi Sehat Australia Panaskan Pasar Kopi Indonesia
Kopi Industri Bisa Bikin...
Kopi Industri Bisa Bikin Seruputan Devisa Jadi Lebih Nikmat
Pecinta Kopi Australia...
Pecinta Kopi Australia Minati Robusta Indonesia Asal Jangsi dan Pagar Alam
Produksi Kopi Indonesia...
Produksi Kopi Indonesia Terus Digenjot hingga Sejajar dengan Luas Lahan Panen
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved