Menakar Ruang Gerak Fintech dalam Ekonomi Nasional

Selasa, 10 Oktober 2017 - 20:13 WIB
Menakar Ruang Gerak...
Menakar Ruang Gerak Fintech dalam Ekonomi Nasional
A A A
JAKARTA - Kehadiran Financial Technology (Fintech) yang tengah berkembang saat ini, tentu menjadi potensi tersendiri bagi perekonomian nasional. Peran Fintech yang dapat menyentuh akses keuangan ke masyarakat yang lebih luas, akan ikut menggerakkan roda perekonomian.

Kehadiran fintech dalam peta bisnis industri jasa keuangan, di lain sisi memberi manfaat dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Jika selama ini perbankan sulit menjangkau daerah-daerah pelosok karena keterbatasan jaringan, maka dengan teknologi, fintech mampu mengatasi persoalan itu.

Direktur Kepala Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia (BI) Pungky P. Wibowo mengatakan, potensi pertumbuhan industri fintech sangatlah besar. Oleh sebab itu, industri keuangan lainnya terutama perbankan harus bisa memanfaatkan momentum ini dengan melakukan sinergi dengan fintech.

“Fintech pertumbuhannya sangat pesat. Potensi pertumbuhan bisnis sangat besar. Pelaku industri harus tanggap dengan hal ini. Kita harus menciptakan fair play,” ujar Pungky dalam Infobank Talkshow yang bertema “Transformasi Layanan Perbankan Menembus Era Digital” di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Dengan adanya financial system technology ini, kata dia, maka peredaran uang akan semakin cepat, lantaran perusahaan fintech lebih mudah dalam menyalurkan kredit ke masyarakat ketimbang perbankan. Dengan demikian konsumsi meningkat dan menopang perekonomian nasional.

“Perputaran uang akan bergerak cepat tentunya, PDB akan semakin meningkat pesat. Ekonomi nantinya akan terkerek sendirinya ke atas,” ucapnya.

Namun demikian, kata dia, di tengah perkembangan Fintech yang pesat ini, juga harus dibarengi dengan regulasi yang kondusif. BI juga sangat prudent dengan stabilitas keuangan nasional. Oleh sebab itu, untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dibutuhkan regulasi yang kondusif bagi Fintech.

“Tapi fintech perkembangan pesat harus dibarengi regulasi yang kondusif. Impact akan kerasa. Konsekuensinya peraturan yang mendorong dan prudent dan ketiga menciptakan iklim bisnis yang kondusif,” sambungnya.

Dia menegaskan, kehadiran fintech yang berkembang cepat tidak dapat dihindari. Karena itu kehadiran fintech juga harus diikuti dengan regulasi yang kondusif sehingga pada akhirnya dapat menciptakan iklim bisnis yang sehat.

CEO lnvestree Adrian Gunadi mengatakan layanan financial technology (fintech) diyakini mampu menjadi solusi bagi masih rendahnya penyaluran pembiayaan di Indonesia. Pasalnya, ada sekitar Rp800 triliun kebutuhan pembiayaan yang belum bisa dipenuhi oleh perbankan.

Menurutnya, kehadiran fintech bisa mengurangi gap yang sebesar Rp800 triliun tersebut. “Fintech bisa jadi alternatif jasa keuangan. Pertama, kredit market gap, segmen yang belum tersentuh bank itu ada Rp800 triliun akses pembiayaan yang belum bisa disentuh lembaga keuangan di Indonesia,” ucap Adrian.

Dirinya mengungkapkan, kehadiran fintech yang tengah berkembang pesat di Indonesia, diyakini mampu mengurangi kebutuhan pembiayaan yang belum bisa dipenuhi oleh lembaga jasa keuangan yang ada saat ini. Fintech juga dianggap mampu meningkatkan akses pembiayaan ke masyarakat.

“Fintech itu potensial, itu satu hal yang menarik, kenapa semua orang menyasar fintech. Di Indonesia akses keuangan terbatas. Tapi dari keterbatasan itu kita lihat peluang bagaimana teknologi ini bisa membantu mengakselerasi,” ucapnya.

Kehadiran fintech dalam peta bisnis industri jasa keuangan, telah memberi manfaat dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan. Jika selama ini perbankan sulit menjangkau daerah-daerah pelosok karena keterbatasan jaringan, maka dengan teknologi, fintech mampu mengatasi persoalan itu.

Direktur Biro Riset Infobank (birI) Eko B. Supriyanto mengutarakan, perkembangan teknologi yang pesat telah merubah cara bisnis perbankan saat ini, termasuk juga pada industri jasa keuangan. Perbankan dan lembaga keuangan lainnya akan tergilas jika tak mampu beradaptasi dengan perubahan itu.

Maklum, kini di era teknologi, Bank tak lagi berkompetisi dengan sesamanya, melainkan berhadapan dengan perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech).

Berbekal teknologi, kecepatan proses, efisiensi, serta tidak terikat regulasi yang ketat, fintech mampu berakselerasi dengan sangat cepat, menembus batas-batas yang selama ini menghalangi perbankan dan lembaga jasa keuangan konvensional lainnya. “Tidak punya izin bank, tapi bisa seperti bank. Itu karena teknologi, teknologi merubah cara bisnis dan merubah pasar,” kata Eko.

Sementara Rektor Universitas Atmajaya Jakarta A. Prasetyantoko menambahkan, teknologi dapat meningkatkan produktivitas. Dan itu sudah dibuktikan oleh banyak korporasi di negara maju. Sekali lagi, proses bisnis berubah menjadi lebih cepat. “Digitalisasi membuat sesuatu yang dulu lama, sekarang jadi cepat. Ada proses yang menjadikan sesuatu itu jadi bermanfaat,” tukasnya.

Dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin ketat dan makin tergantung dengan teknologi, Infobank Institute berpandangan bahwa perbankan harus bertransformasi. Bank-bank mesti bisa adaptif dan berkolaborasi dengan fintech. Atau, jika punya kemampuan, bank bisa membangun fintechnya sendiri, seperti yang dilakukan Bank BTPN dengan Jenius-nya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fintech Diproyeksikan...
Fintech Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi pada 2026
Laporan AMS 2025–2026...
Laporan AMS 2025–2026 AFTECH Petakan Lima Transisi Fintech Indonesia
Fenomena Equity Crowdfunding...
Fenomena Equity Crowdfunding Meningkat, LandX Siapkan Beragam Strategi
Siap Membawa Revolusi,...
Siap Membawa Revolusi, Fintech Lending Ini Raih Pendanaan Seri B USD80 Juta
Bank Digital Ini Jadi...
Bank Digital Ini Jadi Tempat Kerja yang Menyenangkan Karyawannya
Pertengahan Kuartal...
Pertengahan Kuartal III/2021, Fintech AsetKu Salurkan Dana Rp14 Triliun
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved