Ekspor Produk Ekonomi Kreatif Jabar Tinggi

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 05:33 WIB
Ekspor Produk Ekonomi...
Ekspor Produk Ekonomi Kreatif Jabar Tinggi
A A A
BANDUNG - Kontribusi produk ekonomi kreatif dari Jawa Barat (Jabar) terhadap ekspor nasional cukup tinggi. Ke depan, para pelaku usaha diharapkan menggarap sektor kreatif lainnya di luar fashion dan kuliner.

Kepala Grup Bank Indonesia wilayah Jawa Barat Ismet Inono mengatakan, hingga saat ini nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia mencapai USD19,4 miliar. Dari jumlah itu, ternyata kontribusi Jabar cukup tinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia.

"Jawa Barat ternyata punya andil ekspor ekonomi kreatif terhadap nasional cukup tinggi, share-nya mencapai satu pertiga dari total ekspor," kata dia dalam acara Asistensi Pembuatan Laporan Keuangan bagi UKM Kreatif di Aula BI Jabar, Kamis (12/10/2017).

Dari pencapaian itu, ekonomi kreatif mampu menyerap tenaga kerja hingga 15 juta orang pada 2014 dan naik 5% atau menjadi 16 juta orang pada 2015. Saat ini, kontribusi sektor ini diperkirakan terus meningkat seiring tumbuhnya industri kreatif lainnya.

Ekonomi kreatif, lanjut Ismet juga mendorong produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp852 triliun pada 2015 atau berkontribusi sekitar 4,38% terhadap PDB. Saat ini, kontribusi ekonomi kreatif diperkirakan telah mencapai 7% terhadap PDB.

"Walaupun pertumbuhannya tidak agresif, namun artinya ada atensi atau intesitas dalam ekonomi kreatif ini. Dengan kata lain, bila digarap secara serius bisa jadi kekuatan baru di ekonomi Jawa Barat," imbuhnya.

Ekonomi kreatif diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kalangan bawah di tengah tingginya kesenjangan ekonomi di Jawa Barat. Pangsa pasar produk ekonomi kreatif masih cukup besar, terlebih untuk pasar ekspor.

Potensi ekspor masih cukup besar. Sektor agrikultur yang selama ini belum banyak dijamah, dinilai cukup menjanjikan untuk ekspor.

"Memang mereka tidak bisa sendirian, makanya harus berkelompok dan digandeng, perlu ada pendampingan. Intinya, UKM tidak bisa dilepas sendiri," imbuh dia.

Sementara, Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Restog mengatakan, saat ini jumlah pelaku ekonomi kreatif di Indonesia mencapai 15 juta orang dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 7%. Sampai akhir 2019, pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi kreatif mencapai 12% terhadap PDB.

"Tetapi semua harus bertahap. Misalnya, saat ini yang masih fokus menata, pertumbuhannya agak lambat, masih perlu waktu. Tapi kalau sudah siap, imbasnya akan sangat besar. Seperti di Korea, mereka butuh waktu 30 tahun untuk menggerakkan ekonomi kreatif," beber Restog.

Bekraf, lanjut dia, terus berupaya melakukan pelatihan yang sifatnya aplikatif kepada UKM. Salah satunya pelatihan pelaporan keuangan. Melalui pelatihan itu, dia berharap pelaku usaha ekonomi kreatif lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan.

"Selama ini sumber permodalan di Indonesia mayoritas atau 90% ada di bank. Jadi mau tidak mau kita harus aware dengan keuangan perbankan. UKM harus tahu apa yang diperlukan untuk bisa mengakses ke bank," imbuh dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soft Opening Jabar Culture...
Soft Opening Jabar Culture dan Tourism Festival (JaFest) 2021 di Bogor
Jawa Barat Diharapkan...
Jawa Barat Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Kunjungan Wamen Ekraf...
Kunjungan Wamen Ekraf ke Paviliun Kriya Nusantara Bandung, Dorong Sinergi Industri Kreatif Jabar
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Gelar Musda, HIMKI Dorong...
Gelar Musda, HIMKI Dorong Jabar Jadi Basis Industri Kreatif Nasional
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
3 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
3 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
4 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
4 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
4 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved