IHSG Dibuka di Zona Hijau Saat Bursa Utama Asia Menguat
Senin, 16 Oktober 2017 - 09:12 WIB
IHSG Dibuka di Zona Hijau Saat Bursa Utama Asia Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berhasil dibuka menguat sebesar 10,35 poin setara 0,17% ke level 5.934,47. IHSG pagi ini dibuka menguat ketika bursa utama Asia menguat.
Sementara, pada perdagangan akhir pekan kemarin IHSG ditutup melemah 2,08 poin atau 0,04% ke level 5.924,12, padahal pada pembukaan awal perdagangan menghijau.
Sektor saham dalam negeri hari ini hampir semuanya berada di jalur hijau dengan sektor keuangan menguat tertinggi sebesar 0,97% dan sektor yang melemah hanya infrastruktur yang turun 0,41%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9 miliar dengan 4 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp370,47 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp5,26 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp5,63 miliar. Tercatat 23 saham naik, 8 saham turun dan 14 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp300 menjadi Rp64.500, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp125 menjadi Rp20.800, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp100 menjadi Rp6.875.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp175 menjadi Rp19.100, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp50 menjadi Rp15.300, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah Rp50 menjadi Rp4.380.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, Indeks utama bursa saham Asia naik pada hari ini karena investor menunggu rilis data inflasi China. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik untuk hari kesembilan berturut-turut, dengan investor ingin memperpanjang kenaikan setelah indeks patokan menyentuh level tertinggi baru dalam 21 tahun di sesi terakhir. Di mana, Indeks tercatat naik 0,7%.
Di Korea Selatan, Ideks Kospi naik 0,43% karena produsen baja mencatat kenaikan, di aman saham Posco melonjak 5,38% dan Hyundai Steel naik 3,12% pada awal perdagangan. Namun, saham teknologi mixed dengan saham SK Hynix tergelincir 0,58% dan saham LG Electronics menguat 1,92%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,71% dengan sektor material naik 1,46%. Saham perusahaan penambang utama melonjak dengan saham Rio Tinto naik 2,8%, saham Fortescue Metals naik 2,45% dan saham BHP melonjak 2,2%.
Di tempat lain, China kemungkinan akan menjadi sorotan pekan ini saat Kongres Nasional Partai Komunis ke-19 China dimulai pada 18 Oktober. Investor di kawasan ini juga akan mengawasi data inflasi dari ekonomi terbesar kedua di dunia. karena di kemudian hari.
Sementara, pada perdagangan akhir pekan kemarin IHSG ditutup melemah 2,08 poin atau 0,04% ke level 5.924,12, padahal pada pembukaan awal perdagangan menghijau.
Sektor saham dalam negeri hari ini hampir semuanya berada di jalur hijau dengan sektor keuangan menguat tertinggi sebesar 0,97% dan sektor yang melemah hanya infrastruktur yang turun 0,41%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp9 miliar dengan 4 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp370,47 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp5,26 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp5,63 miliar. Tercatat 23 saham naik, 8 saham turun dan 14 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp300 menjadi Rp64.500, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp125 menjadi Rp20.800, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp100 menjadi Rp6.875.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp175 menjadi Rp19.100, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp50 menjadi Rp15.300, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah Rp50 menjadi Rp4.380.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, Indeks utama bursa saham Asia naik pada hari ini karena investor menunggu rilis data inflasi China. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik untuk hari kesembilan berturut-turut, dengan investor ingin memperpanjang kenaikan setelah indeks patokan menyentuh level tertinggi baru dalam 21 tahun di sesi terakhir. Di mana, Indeks tercatat naik 0,7%.
Di Korea Selatan, Ideks Kospi naik 0,43% karena produsen baja mencatat kenaikan, di aman saham Posco melonjak 5,38% dan Hyundai Steel naik 3,12% pada awal perdagangan. Namun, saham teknologi mixed dengan saham SK Hynix tergelincir 0,58% dan saham LG Electronics menguat 1,92%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,71% dengan sektor material naik 1,46%. Saham perusahaan penambang utama melonjak dengan saham Rio Tinto naik 2,8%, saham Fortescue Metals naik 2,45% dan saham BHP melonjak 2,2%.
Di tempat lain, China kemungkinan akan menjadi sorotan pekan ini saat Kongres Nasional Partai Komunis ke-19 China dimulai pada 18 Oktober. Investor di kawasan ini juga akan mengawasi data inflasi dari ekonomi terbesar kedua di dunia. karena di kemudian hari.
(izz)
Lihat Juga :