IHSG Dibuka Cetak Rekor Baru Lagi Saat Bursa Asia Naik
Selasa, 17 Oktober 2017 - 09:13 WIB
IHSG Dibuka Cetak Rekor Baru Lagi Saat Bursa Asia Naik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berhasil dibuka memecah rekor tertinggi sepanjang masa dengan menguat 8,56 poin setara 0,14% ke level 5.958,26. IHSG pagi ini dibuka menguat ketika bursa utama Asia juga berada di jalur hijau.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup semakin anteng mendekati level 6.000 dengan naik 25,58 poin setara 0,43% ke leverl 5.949,70.
Sektor saham dalam negeri hari ini hampir semuanya berada di area positif dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 0,5% dan sektor yang melemah yaitu aneka industri yang turun 0,73%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,37 miliar dengan 1,32 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp51,28 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp653,05 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp704,34 miliar. Tercatat 146 saham naik, 131 saham turun dan 105 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp825 menjadi Rp65.300, Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp550 menjadi Rp7.700, dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp170 menjadi Rp4.920.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp8.300, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) melemah Rp65 ke level Rp1.325, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah Rp50 menjadi Rp6.250.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka naik karena komoditas bertahan pada kenaikan semalam yang dicapai didukung oleh harga produsen China yang lebih baik dari perkiraan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,49% pada awal perdagangan, melanjutkan kenaikan setelah menyentuh level tertinggi baru dalam 21 tahun di sesi terakhir. Produsen mobil, keuangan dan manufaktur diperdagangkan lebih tinggi setelah USD menguat terhadap yen.
Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,1% karena produsen baja mengimbangi kenaikan yang dicapai pada sesi terakhir. Saham teknologi sebagian besar lebih tinggi, di mana saham Samsung Electronics naik 1,67% dan saham SK Hynix naik 1,78%.
Sementara di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,6% dengan sektor material menambah kenaikan semalam dengan mengalami kenaikan sebesar 0,92%. Saham perusahaan penambang utama, bank dan saham minyak membukukan kenaikan di awal sesi.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup semakin anteng mendekati level 6.000 dengan naik 25,58 poin setara 0,43% ke leverl 5.949,70.
Sektor saham dalam negeri hari ini hampir semuanya berada di area positif dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 0,5% dan sektor yang melemah yaitu aneka industri yang turun 0,73%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,37 miliar dengan 1,32 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp51,28 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp653,05 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp704,34 miliar. Tercatat 146 saham naik, 131 saham turun dan 105 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp825 menjadi Rp65.300, Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp550 menjadi Rp7.700, dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp170 menjadi Rp4.920.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp8.300, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) melemah Rp65 ke level Rp1.325, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah Rp50 menjadi Rp6.250.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka naik karena komoditas bertahan pada kenaikan semalam yang dicapai didukung oleh harga produsen China yang lebih baik dari perkiraan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,49% pada awal perdagangan, melanjutkan kenaikan setelah menyentuh level tertinggi baru dalam 21 tahun di sesi terakhir. Produsen mobil, keuangan dan manufaktur diperdagangkan lebih tinggi setelah USD menguat terhadap yen.
Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,1% karena produsen baja mengimbangi kenaikan yang dicapai pada sesi terakhir. Saham teknologi sebagian besar lebih tinggi, di mana saham Samsung Electronics naik 1,67% dan saham SK Hynix naik 1,78%.
Sementara di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,6% dengan sektor material menambah kenaikan semalam dengan mengalami kenaikan sebesar 0,92%. Saham perusahaan penambang utama, bank dan saham minyak membukukan kenaikan di awal sesi.
(izz)
Lihat Juga :