BPH Migas Ungkap Kendala Implementasi BBM Satu Harga

Rabu, 18 Oktober 2017 - 15:19 WIB
BPH Migas Ungkap Kendala...
BPH Migas Ungkap Kendala Implementasi BBM Satu Harga
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan, pengimplementasian bahan bakar minyak (BBM) satu harga masih mengalami kendala. Salah satunya, kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat, PT Pertamina (Persero) dan pemerintah daerah (Pemda).

(Baca: BBM Satu Harga Segera Hadir di Enam Lokasi Terpencil Ini )

Anggota Komite BPH Migas Hendry Achmad mengatakan, pemerintah pusat telah menetapkan lokasi untuk pembangunan lembaga penyalur (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/SPBU). Kemudian, PT Pertamina (Persero) pun mengurus kelengkapan administrasi dan perizinan untuk pembangunan SPBU tersebut.

Namun, yang terjadi adalah Pemda menetapkan lokasi lain untuk pembangunan SPBU. Tak ayal, pembangunan lembaga penyalur tersebut pun menjadi molor karena harus mensinkronkan lokasi dengan pemda.

"Ada titik yang sudah ditetapkan dalam program 2017 ternyata sampai di daerah ada hambatan juga. Misalnya, titik A sudah ditetapkan, maunya Pemda di titik B. Ini kadang yang jadi masalah," kata dia di Gedung BPH Migas, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, perbedaan lokasi ini pernah terjadi saat pemerintah dan Pertamina akan membangun SPBU di Mentawai. Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM dan Pertamina telah menetapkan satu lokasi dan izin prinsip telah diterbitkan, namun Pemda justru berencana membangun SPBU di lokasi berbeda.

"Tapi Pemda belum merestui di titik yang sudah ditetapkan dengan pemerintah. Ini suatu hal yang harus kita selesaikan," kata dia.

Pihaknya mengakui, selama ini Ditjen Migas, BPH Migas dan Pertamina sudah melakukan survei dengan pertimbagan teknis untuk menetukan lokasi SPBU. Sebab, untuk berkoordinasi dengan Pemda cukup menyita waktu. "Rata-rata bisa sampai dua minggu," ucapnya.

Sebab itu, di masa mendatang pihaknya akan mengubah strategi dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama Pemda sebelum menentukan lokasi. "Supaya tidak terjadi lagi, kami akan coba bicara dengan Pemda. Kita akan duduk dengan Pemda sebelum menentukan titik ini. Karena kita yakin Pemda paham betul dengan kondisi tempatnya," tutur Hendry.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved