IHSG Dibuka Melemah Tipis meski Mayoritas Bursa Asia Menguat
Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:15 WIB
IHSG Dibuka Melemah Tipis meski Mayoritas Bursa Asia Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini melanjutkan pelemahan setelah penutupan kemarin memerah. IHSG hari ini dibuka melemah tipis 2,61 poin setara 0,04% ke level 5.926,59 saat bursa asia mayoritas menguat.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup berkurang sebesar 18,13 poin setara 0,30% ke level 5.929,20, meski pada sesi pagi berada di jalur hijau.
Sektor saham dalam negeri hari ini hampir variatif dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 0,26% dan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang turun 0,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,94 miliar dengan 806 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp331,20 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp809,95 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp478,74 miliar. Tercatat 115 saham naik, 183 saham turun dan 73 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp64.800, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp175 menjadi Rp7.775, dan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) naik Rp135 menjadi Rp685.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Arthavest Tbk (ARTA) melemah Rp70 menjadi Rp408, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp7.600, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah Rp50 menjadi Rp8.275.
Disisi lain, seperti dilansir dari Reuters, mayoritas indeks utama di Asia mengalami kenaikan moderat pada perdagangan pagi ini, karena investor menunggu rentetan data ekonomi yang dikeluarkan dari China.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,33% pada awal perdagangan setelah ditutup menguat untuk 12 sesi berturut-turut. Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 0,03%.
Namun di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,24% karena kerugian pada penambang utama diimbangi oleh kenaikan sektor perbankan dan teknologi informasi serta sektor keuangan naik 0,71%. Sementara, pasar saham India tutup untuk liburan publik.
Sementara, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup berkurang sebesar 18,13 poin setara 0,30% ke level 5.929,20, meski pada sesi pagi berada di jalur hijau.
Sektor saham dalam negeri hari ini hampir variatif dengan sektor pertambangan menguat tertinggi sebesar 0,26% dan sektor yang melemah terdalam yaitu infrastruktur yang turun 0,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,94 miliar dengan 806 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp331,20 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp809,95 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp478,74 miliar. Tercatat 115 saham naik, 183 saham turun dan 73 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp64.800, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) naik Rp175 menjadi Rp7.775, dan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) naik Rp135 menjadi Rp685.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Arthavest Tbk (ARTA) melemah Rp70 menjadi Rp408, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp7.600, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah Rp50 menjadi Rp8.275.
Disisi lain, seperti dilansir dari Reuters, mayoritas indeks utama di Asia mengalami kenaikan moderat pada perdagangan pagi ini, karena investor menunggu rentetan data ekonomi yang dikeluarkan dari China.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,33% pada awal perdagangan setelah ditutup menguat untuk 12 sesi berturut-turut. Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 0,03%.
Namun di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,24% karena kerugian pada penambang utama diimbangi oleh kenaikan sektor perbankan dan teknologi informasi serta sektor keuangan naik 0,71%. Sementara, pasar saham India tutup untuk liburan publik.
(izz)
Lihat Juga :