Rupiah Sesi Pagi Makin Terpuruk Saat USD Hantam Yen
Senin, 23 Oktober 2017 - 10:18 WIB
Rupiah Sesi Pagi Makin Terpuruk Saat USD Hantam Yen
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan pagi ini, Senin (23/10/2017) semakin terpuruk, setelah akhir pekan kemarin sempat mencoba merangkak naik. Pada awal perdagangan, Rupiah dibuka terpuruk ketika USD menyentuh level tertinggi saat melawan Yen Jepang.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.535/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.517/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.527/USD atau anjlok dari posisi akhir pekan kemarin, di posisi Rp13.519/USD. Di tengah kondisi pelemahan, rupiah bergerak dengan kisaran level Rp13.523-Rp13.539/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.530/USD atau makin tak berdaya dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.517/USD .
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.532/USD atau memburuk dari posisi akhir perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.517/USD. Pergerakan harian rupiah sendiri berada di kisaran Rp13.515-Rp13.540/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD melesat naik ke posisi tiga bulan tertinggi terhadap Yen di awal pekan hari ini. Kemenangan pemilu bagi partai berkuasa di Jepang menjaga pelemahan Yen yang disambut baik investor.
Hasil pemilu menambahkan tambahan dorongan kepada USD untuk menjadi pinjakan yang bullish berkat kemajuan reformasi pajak AS. Perdana Menteri Shinzo Abe bersama partai yang berkuasa mencetak kemenangan besar dalam pemilu usai mengamankan suara dua sepertiga atau super mayoritas
Perdana Menteri Shinzo Abe partai berkuasa mencetak kemenangan besar dalam pemilu hari minggu dengan koalisinya menjaga dua pertiga atau super mayoritas. Kemenangan Abe menghapus ketakutan sebelumnya terkait langkah-langkah ekonomi dan menghentikan depresiasi yen terhadap dolar.
USD mencetak kenaikan sebesar 0,45% di level 114.05 setelah menyentuh 114.10, atau tertinggi sejak 11 Juli. Greenback telah memperoleh tambahan sebesar 0,9% pada akhir pekan kemarin, setelah Senat AS menyetujui cetak biru anggaran untuk tahun fiskal 2018.
Keputusan itu diyakini menghapus rintangan bagi partai Republik untuk mengejar paket pemotongan pajak tanpa dukungan Partai Demokrat. Sementara euro pada perdagangan hari ini lebih rendah 0,25% pada posisi 1.1757 terhadap USD untuk memperpanjang kerugian dari Jumat ketika kehilangan 0,6%.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya meningkat menjadi 93.872, tertinggi sejak 6 Oktober. Sedangkan dolar Selandia Baru, babak belur pekan ini setelah perubahan dalam pemerintahan, untuk tergelincir ke posisi rendah 0.6939. Dolar Australia bermata turun 0,1% ke posisi 0.7807 saat melawan USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka pada level Rp13.535/USD atau melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.517/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.527/USD atau anjlok dari posisi akhir pekan kemarin, di posisi Rp13.519/USD. Di tengah kondisi pelemahan, rupiah bergerak dengan kisaran level Rp13.523-Rp13.539/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.530/USD atau makin tak berdaya dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.517/USD .
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.532/USD atau memburuk dari posisi akhir perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.517/USD. Pergerakan harian rupiah sendiri berada di kisaran Rp13.515-Rp13.540/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD melesat naik ke posisi tiga bulan tertinggi terhadap Yen di awal pekan hari ini. Kemenangan pemilu bagi partai berkuasa di Jepang menjaga pelemahan Yen yang disambut baik investor.
Hasil pemilu menambahkan tambahan dorongan kepada USD untuk menjadi pinjakan yang bullish berkat kemajuan reformasi pajak AS. Perdana Menteri Shinzo Abe bersama partai yang berkuasa mencetak kemenangan besar dalam pemilu usai mengamankan suara dua sepertiga atau super mayoritas
Perdana Menteri Shinzo Abe partai berkuasa mencetak kemenangan besar dalam pemilu hari minggu dengan koalisinya menjaga dua pertiga atau super mayoritas. Kemenangan Abe menghapus ketakutan sebelumnya terkait langkah-langkah ekonomi dan menghentikan depresiasi yen terhadap dolar.
USD mencetak kenaikan sebesar 0,45% di level 114.05 setelah menyentuh 114.10, atau tertinggi sejak 11 Juli. Greenback telah memperoleh tambahan sebesar 0,9% pada akhir pekan kemarin, setelah Senat AS menyetujui cetak biru anggaran untuk tahun fiskal 2018.
Keputusan itu diyakini menghapus rintangan bagi partai Republik untuk mengejar paket pemotongan pajak tanpa dukungan Partai Demokrat. Sementara euro pada perdagangan hari ini lebih rendah 0,25% pada posisi 1.1757 terhadap USD untuk memperpanjang kerugian dari Jumat ketika kehilangan 0,6%.
Indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya meningkat menjadi 93.872, tertinggi sejak 6 Oktober. Sedangkan dolar Selandia Baru, babak belur pekan ini setelah perubahan dalam pemerintahan, untuk tergelincir ke posisi rendah 0.6939. Dolar Australia bermata turun 0,1% ke posisi 0.7807 saat melawan USD.
(akr)