Pelindo I Targetkan Investasi 2018 Capai Rp2,5 Triliun

Senin, 30 Oktober 2017 - 03:25 WIB
Pelindo I Targetkan...
Pelindo I Targetkan Investasi 2018 Capai Rp2,5 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) manargetkan investasi Rp2,5 triliun pada 2018. Sejak 2014 investasi yang dilakukan sudah mencapai rata rata Rp1 triliun. Rencana besar yang akan dilakukan perseroan yakni mengakuisisi perusahaan atau aset di bidang logistik, melalui anak usaha PT Prima Indonesia Logistik (PIL)

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan, akuisisi atau anorganik belum pernah dilakukan Pelindo. Namun, menurutnya dengan melakukan akuisisi bisa membuat pertumbuhan lebih cepat dan besar. Sasarannya, perusahaan atau aset di bidang jasa angkut truk, depo, dan pergudangan.

"Sekarang sudah ada satu akuisisi aset di Palembang. Tahun depan saya minta minimal ada dua akuisisi baru. Saya ingin menyasar berikutnya bisnis courier atau ekspedisi untuk melayani e-commerce yang marak," ujar Bambang di Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Menurutnya, saat ini pangsa pasar BUMN dalam bisnis logistik masih minim dibanding JNE atau DHL. Kota yang menjadi fokus bisnis logistik adalah Padang, Batam, dan Jambi.

Daerah Sumatera ini menjadi incaran karena ingin memaksimalkan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara dan didukung tol lintas Sumatera. "Ini berarti akan mempercepat terwujudnya gateway di Sumatera. Pengiriman barang akan lebih efisien dari Jambi, Padang, Palembang, dan Batam. Tidak perlu ke Singapura atau Jakarta," tuturnya.

Dia optimistis karena kinerja dan investasi yang dilakukan selama ini berjalan sukses. Bahkan kinerja hingga September 2017 mencatat pertumbuhan signifikan. Perseroan berhasil mencetak perolehan laba usaha sebelum pajak sebesar Rp787 miliar dalam periode Januari-September 2017.

Jumlah tersebut meningkat 12% dibanding dengan periode Januari-September 2016. Bambang mengatakan, perolehan laba usaha ditopang dari pertumbuhan pendapatan operasi sebesar 12%.

Hingga akhir 2017, pihaknya menargetkan laba usaha sebanyak Rp1,12 triliun. "Kami optimistis masih bisa mencapai target, mudah-mudahan bisa lebih dari itu," jelasnya.

Menurutnya, kinerja pendapatan Pelindo I didorong oleh peningkatan volume dan perluasan usaha. Dalam tiga tahun terakhir, Pelindo I tidak menaikkan tarif jasa kendati dalam dua tahun dimungkingkan menaikkan tarif.

Salah satu penyokong peningkatan pendapatan Pelindo I hingga kuartal II/2017 antara lain kinerja empat cabang yang cemerlang. Pertumbuhan arus peti kemas di cabang Tanjung Pinang, Sibolga, Dumai, dan Malahayati melonjak 234% menjadi 16.997 boks.

Di samping itu, ekspansi bisnis pemanduan dan penundaan ke luar wilayah pelabuhan yang dikelola juga turut mendongkrak kinerja operasional. Perseroan bisa merebut ceruk pasar pemanduan dan penundaan berkat pembelian kapal baru.

Pelindo I hingga tahun ini telah membeli tujuh kapal dan hingga 2018 bakal menambah lima kapal. Per September 2017, kinerja pemanduan tumbuh 12% sedangkan penundaan mencapai 17%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Thohir Rombak...
Erick Thohir Rombak Direksi Pelindo I hingga IV, Ada Apa?
Hadapi Era Digital,...
Hadapi Era Digital, Pelindo I Luncurkan Aplikasi Customer Support
Kinerja Terminal Peti...
Kinerja Terminal Peti Kemas di Belawan Meningkat
PJM dan PMT Komitmen...
PJM dan PMT Komitmen Tingkatkan Pelayanan Jasa Kepelabuhan
Di Peringatan HPN 2026...
Di Peringatan HPN 2026 Pelindo Tegaskan Peran Strategis Pelabuhan Banten dalam Sistem Logistik Nasional
Nahkoda Pelindo I Berganti,...
Nahkoda Pelindo I Berganti, Ini Jajaran Direksi yang Baru
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
12 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
42 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved