Rupiah Pulang Menguat 27 Poin ke Rp13.582/USD
Senin, 30 Oktober 2017 - 17:45 WIB
Rupiah Pulang Menguat 27 Poin ke Rp13.582/USD
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan di pasar spot berhasil menguat. Mata uang NKRI di indeks Bloomberg berakhir perkasa 27 poin atau 0,20% di level Rp13.582 per USD, dibanding penutupan Jumat lalu di Rp13.609 per USD.
Awal perdagangan, rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp13.584 per USD. Senin ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.566-Rp13.608 per USD.
Menguatnya rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada Senin petang ini, dengan naik 33 poin atau 0,24% ke level Rp13.580 per USD. Sebelumnya, rupiah dibuka naik 2 poin ke level Rp13.611 per USD dari penutupan Jumat pekan lalu di Rp13.613 per USD. Mata uang Garuda ini, pada Senin ini diperdagangkan di level Rp13.568-Rp13.613 per USD.
Sementara itu, data SINDOnews yang bersumber dari Limas menyatakan rupiah pada petang ini berada di Rp13.580 per USD, menguat 3 poin dari pembukaan di level Rp13.583 per USD.
Menguatnya rupiah seiring reli dolar yang berhenti karena investor mengambil keuntungan dari kenaikan USD pada pekan lalu. Selain itu, investor sedang mencerna data ekonomi AS yang kuat akan memacu posisi yang lebih hawkish dan penunjukan kursi bos Federal Reserve yang baru.
Mengutip dari Reuters, Senin (30/10/2017), indeks USD yang melacak mata uang terhadap enam saingan utama, turun 0,2% menjadi 94,70, namun tidak jauh dari level tertinggi tiga bulan di Jumat pekan lalu sebesar 95,15.
Sementara itu, data PDB Amerika Serikat pada kuartal III 2017 menguat 3,0%, melampaui perkiraan. Ekonomi AS di bawah kendali Presiden Donald Trump kembali cerah sejak 2014, yaitu tumbuh 3% selama dua kuartal berturut-turut.
Namun sentimen dari investor, membuat USD turun 0,1% terhadap yen menjadi 113,58, setelah mencapai level tertinggi tiga bulan di 114,45 yen pada Jumat akhir pekan lewat.
Awal perdagangan, rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp13.584 per USD. Senin ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.566-Rp13.608 per USD.
Menguatnya rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada Senin petang ini, dengan naik 33 poin atau 0,24% ke level Rp13.580 per USD. Sebelumnya, rupiah dibuka naik 2 poin ke level Rp13.611 per USD dari penutupan Jumat pekan lalu di Rp13.613 per USD. Mata uang Garuda ini, pada Senin ini diperdagangkan di level Rp13.568-Rp13.613 per USD.
Sementara itu, data SINDOnews yang bersumber dari Limas menyatakan rupiah pada petang ini berada di Rp13.580 per USD, menguat 3 poin dari pembukaan di level Rp13.583 per USD.
Menguatnya rupiah seiring reli dolar yang berhenti karena investor mengambil keuntungan dari kenaikan USD pada pekan lalu. Selain itu, investor sedang mencerna data ekonomi AS yang kuat akan memacu posisi yang lebih hawkish dan penunjukan kursi bos Federal Reserve yang baru.
Mengutip dari Reuters, Senin (30/10/2017), indeks USD yang melacak mata uang terhadap enam saingan utama, turun 0,2% menjadi 94,70, namun tidak jauh dari level tertinggi tiga bulan di Jumat pekan lalu sebesar 95,15.
Sementara itu, data PDB Amerika Serikat pada kuartal III 2017 menguat 3,0%, melampaui perkiraan. Ekonomi AS di bawah kendali Presiden Donald Trump kembali cerah sejak 2014, yaitu tumbuh 3% selama dua kuartal berturut-turut.
Namun sentimen dari investor, membuat USD turun 0,1% terhadap yen menjadi 113,58, setelah mencapai level tertinggi tiga bulan di 114,45 yen pada Jumat akhir pekan lewat.
(ven)