BI: Pergantian Gubernur The Fed Jadi Sorotan Dunia

Rabu, 01 November 2017 - 07:02 WIB
BI: Pergantian Gubernur...
BI: Pergantian Gubernur The Fed Jadi Sorotan Dunia
A A A
JAKARTA - Sebagai negara adidaya, kondisi yang terjadi di Amerika Serikat menjadi sorotan dunia. Termasuk kabar pergantian Gubernur Federal Reserve alias bank sentral AS pada 3 Februari 2018 mendatang.

Sejumlah nama disebut sebagai calon pengganti Janet Yellen, diantaranya usulan dari Presiden AS Donald Trump yaitu anggota Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell, ekonom dari Universitas Stanford John Taylor, mantan anggota Dewan Gubernur The Fed Kevin Warsh, dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Gary Cohn.

Mencermati hal ini, Bank Indonesia menilai suksesi Gubernur The Fed akan menjadi sorotan dunia. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan hal ini disebabkan keputusan yang diambil Negeri Paman Sam bakal berpengaruh pada stabilitas sistem keuangan dunia.

"Jadi kondisi itu membawa dampak stabilitas keuangan dunia karena semua memperkirakan bagaimana kalau menjadi chairman The Fed," katanya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Selain itu, sambung mantan Menteri Keuangan ini, rencana pemotongan pajak perusahaan yang dilakukan oleh AS juga tengah menjadi sorotan. Pasalnya, hal tersebut dinilai akan membawa dampak positif terhadap perekonomian di Amerika Serikat.

"Dianggap membawa dampak positif pada ekonomi AS karena dunia usaha dan individunya akan mendapat manfaat yang besar. Tapi karena masih ada tarik-menarik antar partai politik, menimbulkan stabilitas yang tidak terjaga karena terjadi naik turun," imbuh dia.

Selanjutnya, dunia juga menyoroti rencana kenaikan suku bunga The Fed yang menjadi perhatian dunia. Beberapa spekulasi muncul, diantaranya The Fed akan menaikan suku bunga acuan pada Desember tahun ini.

Selain itu, ada juga perkirakan kenaikan akan berlanjut tahun depan sebanyak tiga hingga empat kali. Serta rencana AS untuk memperbaiki neraca bank sentralnya yang tentu akan berpengaruh terhadap sistem keuangan dunia.

"Tapi ditambah ada kepastian di bulan Oktober akan penurunan daripada balance sheet AS, khususnya The Fed. Jadi kondisi itu yang berdampak sistem keuangan. Jadi kalau diikuti selama 4-5 minggu terakhir ini, memang kondisi itu yang banyak terjadi. Kondisinya berdampak pada nilai tukar seluruh dunia dan ditandai dolar menguat dan berdampak pada mata uang lain," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemulihan Ekonomi AS...
Pemulihan Ekonomi AS Mulai Terlihat, Fed Sebut Risiko Tetap Ada
The Fed Diproyeksi Tahan...
The Fed Diproyeksi Tahan Suku Bunga sampai Akhir 2025
Profil Jerome Powell,...
Profil Jerome Powell, Kepala Bank Sentral AS yang Baru Kena Prank Orang Rusia
Menakar Dampak Tapering...
Menakar Dampak Tapering Off The Fed Bagi Indonesia
Bos BI Prediksi The...
Bos BI Prediksi The Fed Pangkas Suku Bunga di Semester II-2024
5 Fakta di Balik Bangkrutnya...
5 Fakta di Balik Bangkrutnya Silicon Valley Bank Asal Amerika Serikat
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved