USD Naik Tipis, Rupiah Dibuka Langsung Terperosok

Rabu, 01 November 2017 - 10:38 WIB
USD Naik Tipis, Rupiah...
USD Naik Tipis, Rupiah Dibuka Langsung Terperosok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini ambruk setelah pada penutupan kemarin sempat mengalami poenguatan. Amblesnya mata uang Garuda dalam perdagangan hari ini terjadi ketika USD naik tipis terhadap beberapa mata uang lainnya.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka di level Rp13.592/USD atau ambruk dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.572/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi bertengger di level Rp13.571/USD atau jauh memburuk dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.563/USD. Pada pukul 10.30 WIB, rupiah makin melemah ke level Rp13.594/USD dengan kisaran pada level Rp13.566-Rp13.597/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pada sesi pembukaan berada di level Rp13.590/USD atau tercatat jauh memburuk dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.560/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.558/USD atau menguat dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.560/USD. Namun pada pukul 10.30 WIB terus bergerak melemah ke level Rp13.592/USD dengan kisaran harian Rp13.558-Rp13.593/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD naik tipis karena investor menunggu hasil dari pertemuan dua hari atas kebijakan Federal Reserve AS di kemudian hari untuk mengetahui petunjuk mengenai pengetatan di masa depan.

Indeks USD yang mengukur mata uangnya terhadap enam saingan utama naik 0,1% menjadi 94,598 meskipun tetap terpukul pada level tertinggi dalam tiga bulan.

Bank sentral AS diperkirakan akan membiarkan suku bunga tidak berubah, namun investor akan mengawasi indikasi baru bahwa Fed akan terus menaikkan suku bunga bulan depan.

"Ekspektasi pasar cukup banyak sejalan dengan proyeksi Komite sendiri terhadap kenaikan suku bunga terakhir tahun ini, sehingga tidak banyak kebutuhan bagi mereka untuk melambaikan bendera atau memberi peringatan kepada orang-orang akan tindakan yang akan segera terjadi," kata Marshall Gittler, kepala strategi ACLS Global.

Kemudian pada hari ini, anggota parlemen dari Partai Republik juga dapat mengajukan tagihan untuk memotong pajak, dan Departemen Keuangan akan merilis rencana pengembalian dana. Pemerintah diperkirakan akan meningkatkan ukuran pelelangan reguler karena menghadapi kebutuhan pendanaan yang lebih tinggi dari defisit yang melebar dan seiring Fed mengurangi neraca keuangannya.

USD terhadap yen naik tipis 0,1% ke level 113,75, karena level tertinggi tiga bulan di posisi 114,45 pada Jumat kemarin. Euro terhadap USD stabil di posisi 1,1643 atau masih mengalami kerugian setelah jatuh ke level terendah dalam tiga bulan di level 1,1574, sehari setelah ECB mengatakan akan memperpanjang pembelian obligasinya sampai September 2018.

Poundsterling terhadap USD stabil di level 1,3284, setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua pekan di level 1,3293. Dolar Selandia Baru melonjak 0,7% menjadi 0,6891 per USD setelah tingkat pengangguran negara itu merosot lebih dari yang diperkirakan ke level terendah dalam sembilan tahun di angka 4,6%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
56 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved