IHSG Lanjutkan Reli Naik 13,88 Poin, Saham Asia Dibuka Variatif
Kamis, 02 November 2017 - 09:52 WIB
IHSG Lanjutkan Reli Naik 13,88 Poin, Saham Asia Dibuka Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (2/11/2017) melanjutkan penguatan, dengan naik 0,23% atau 13,88 poin ke level 6.052,03.
Rabu kemarin, IHSG ditutup menguat 32,36 poin atau 0,54% menjadi 6.038,15. Dan sepanjang Rabu lewat, indeks bergerak di level 6.008,37-6.038,99.
Data perekonomian dalam posisi terkendali, dimana angka inflasi bulan Oktober sangat rendah 0,01% memperkuat kondisi bahwa perekonomian Indonesia dalam keadaan stabil, sehingga menjadi salah satu penopang naikya IHSG hari ini.
Selain itu, tujuh sektor saham juga terpantau positif, bahkan saham infrastruktur menguat 1,76%, disusul keuangan naik 1,32%, berbanding pelemahan pada saham perkebunan yang turun 0,15%.
Dari 335 saham yang diperdagangkan, 134 naik, 133 stagnan, dan 68 tertekan. Transaksi bersih asing Rp2,80 miliar, dengan aksi beli asing Rp122,50 miliar berbanding aksi jual asing Rp119,69 miliar.
Sementara, saham Asia dibuka sedikit variasi pada Kamis ini, setelah Wall Street ditutup lebih tinggi. Investor mencerna keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Melansir dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,02% setelah mencapai level tertinggi sejak 1996 di sesi sebelumnya. Di Selat Korea, Kospi turun 0,21%, karena saham blue-chip turun seperti Samsung Electronics turun 0,07% dan SK Hynix kehilangan 1,41%.
Indeks ASX 200 Australia turun 0,04%, karena kerugian di saham keuangan meski saham pertambangan melesat. Saham pertambangan seperti Rio Tinto naik 2,23%, Fortescue Metals naik 4,27% dan Atlas Iron melonjak 6,25%. Namun saham National Australia Bank turun 2,68%, setelah kabar bahwa 4.000 pekerja akan dirumahkan karena sistem otomatisasi.
Adapun pasar China berada dalam tekanan dengan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,29%, Shanghai turun 0,41% dan indeks Shenzhen melemah 0,58%.
Rabu kemarin, IHSG ditutup menguat 32,36 poin atau 0,54% menjadi 6.038,15. Dan sepanjang Rabu lewat, indeks bergerak di level 6.008,37-6.038,99.
Data perekonomian dalam posisi terkendali, dimana angka inflasi bulan Oktober sangat rendah 0,01% memperkuat kondisi bahwa perekonomian Indonesia dalam keadaan stabil, sehingga menjadi salah satu penopang naikya IHSG hari ini.
Selain itu, tujuh sektor saham juga terpantau positif, bahkan saham infrastruktur menguat 1,76%, disusul keuangan naik 1,32%, berbanding pelemahan pada saham perkebunan yang turun 0,15%.
Dari 335 saham yang diperdagangkan, 134 naik, 133 stagnan, dan 68 tertekan. Transaksi bersih asing Rp2,80 miliar, dengan aksi beli asing Rp122,50 miliar berbanding aksi jual asing Rp119,69 miliar.
Sementara, saham Asia dibuka sedikit variasi pada Kamis ini, setelah Wall Street ditutup lebih tinggi. Investor mencerna keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Melansir dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,02% setelah mencapai level tertinggi sejak 1996 di sesi sebelumnya. Di Selat Korea, Kospi turun 0,21%, karena saham blue-chip turun seperti Samsung Electronics turun 0,07% dan SK Hynix kehilangan 1,41%.
Indeks ASX 200 Australia turun 0,04%, karena kerugian di saham keuangan meski saham pertambangan melesat. Saham pertambangan seperti Rio Tinto naik 2,23%, Fortescue Metals naik 4,27% dan Atlas Iron melonjak 6,25%. Namun saham National Australia Bank turun 2,68%, setelah kabar bahwa 4.000 pekerja akan dirumahkan karena sistem otomatisasi.
Adapun pasar China berada dalam tekanan dengan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,29%, Shanghai turun 0,41% dan indeks Shenzhen melemah 0,58%.
(ven)
Lihat Juga :