Dirut BPJSTK: Kepesertaan Untungkan Pekerja dan Pelaku Usaha

Jum'at, 03 November 2017 - 20:14 WIB
Dirut BPJSTK: Kepesertaan...
Dirut BPJSTK: Kepesertaan Untungkan Pekerja dan Pelaku Usaha
A A A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) mengimbau para pelaku usaha untuk tidak lalai mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta BPJSTK. Dengan menjadi peserta, tak hanya pekerja, pemilik usaha pun akan diuntungkan.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto dalam talk show yang digelar iNews TV, Jumat (3/11/2017). Agus mengatakan, undang-undang mewajibkan perusahaan untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan guna mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan pensiun, dan program jaminan kematian secara bertahap.

"Jadi ini adalah amanat undang-undang. Untuk bisa mendapatkan jaminan soasial, pekerja wajib mendaftarkan diri dan pemberi kerja pun wajib mendaftarkan. Dalam hal ini, ada sanksi, mulai dari teguran, administrasi sampai pidana," tuturnya.

Namun, Agus menambahkan, mendaftarkan kepesertaan pekerja ke BPJSTK harusnya bukan semata-mata dilandasi hal itu. Dia mengatakan, para pemberi kerja harus melihat hal itu juga sebagai sebuah kebutuhan, karena keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan memberikan jaminan sosial bagi pekerjanya.

"Maka yakinkan bahwa pekerja Anda sudah dapat jaminan. Akan sangat disayangkan jika kita sudah susah-susah membangun bisnis, lalu suatu hari jika ada masalah dengan pekerja lalu bisnis itu terganggu," tuturnya.

Untuk itu, jelas Agus, BPJSTK pun terus mendorong peningkatan jumlah kepesertaannya. Diketahui, hingga akhir tahun ini BPJSTK menargetkan jumlah kepesertaan aktif sebanyak 25,2 juta peserta, naik 11% dari tahun 2016. Hingga Agustus 2017, BPJSTK sudah mencatatkan sebanyak 24,1 juta peserta dengan 414.000 perusahaan aktif.

Terkait kinerja, Agus sebelumnya menyampaikan bahwa hingga Agustus 2017, iuran yang terkumpul mencapai sebesar Rp35,28 triliun dengan total dana investasi sebesar Rp293,54 triliun. Sementara hasil investasi mencapai Rp17,35 triliun.

Seiring pertumbuhan ekonomi, BPJSTK pun menaikkan target hasil investasi 2017 dari Rp24,84 triliun menjadi Rp27-28 triliun. Kenaikan target hasil investasi tersebut seiring meningkatnya dana investasi 2017 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp297 triliun menjadi Rp315 triliun.

Hingga Juli 2017 imbal hasil yang dibagikan ke peserta BPJSTK tercatat mencapai 9,41% atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito perbankan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
42 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved