Jaga Keamanan Pangan, Croplife Ajak Perangi Produk Palsu-Ilegal

Rabu, 08 November 2017 - 09:38 WIB
Jaga Keamanan Pangan,...
Jaga Keamanan Pangan, Croplife Ajak Perangi Produk Palsu-Ilegal
A A A
BANDUNG - Dalam upaya menjaga keamanan pangan, Croplife Indonesia yang merupakan asosiasi pertanian (nirlaba) mengajak semua pihak untuk memerangi produk pertanian dalam hal ini pestisida palsu.

Lewat loka karya bertajuk "Membangun Kemitraan Pemerintah dengan Sektor Swasta dalam Penanggulangan Penyebaran Produk Perlindungan Tanaman", Croplife ingin memperkuat sinergi dan menjadi mitra pemerintah, petani, dan stakeholder.

"Kami mengajak berkomitmen untuk memerangi produk palsu dalam hal ini pestisida palsu. Ada beberapa daerah yang kaitannya dalam hal ini berada dalam zona merah. Karena itu, kita ingin mengajak semua pihak bersinergi untuk menghadirkan solusi," ujar Executive Direktur Croplife Indonesia Agung Kurniawan di Lembang, Bandung, Rabu (8/11/2017).

Komitmen Croplife dalam memajukan sektor pertanian, tidak lain karena sektor ini memainkan peranan penting dalam ekonomi Indonesia. Tidak hanya perannya dalam menyediakan nutrisi pangan pokok sehat bagi 258 juta (Juni 2016) penduduk Indonesia, tapi juga sebagai penyedia utama industri lain seperti makanan dan minuman.

Namun, pemalsuan produk masih menjadi pekerjaan rumah bagi berbagai sektor industri termasuk sektor pertanian. Masalah pemalsuan pestisida dinilai merupakan kejahatan global yang memerlukan penanganan komprehensif oleh para penegak hukum, aparat terkait termasuk kolaborasi dengan pihak swasta.

Ironisnya, masalah produk palsu pertanian membuat petani di Indonesia sering menghadapi biaya produksi tinggi dan terancam kegagalan panen karena penggunaan pestisida palsu membuat rentan serangan hama dan penyakit.

Lantaran hal tersebut, Staf Pengawasan Pestisida Palsu dari Direktorat Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian (Kementan) Karmila Ginting mengatakan bahwa kegiatan loka karya ini menjadi sangat penting.

"Kegiatan ini sangat penting, apalagi bagi kami yang mempunyai pengawasan terhadap pupuk dan pestisida. Produk palsu ini menjadi musuh kita bersama, karena itu pamerintah dan swasta bisa bersinergi untuk menyelamatkan pertanian kita," paparnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
1 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
2 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
2 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved