BWI Minta Insentif untuk Kembangkan Tanah Wakaf

Kamis, 09 November 2017 - 12:53 WIB
BWI Minta Insentif untuk...
BWI Minta Insentif untuk Kembangkan Tanah Wakaf
A A A
SURABAYA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) meminta pemerintah untuk memberikan insentif untuk mengembangkan tanah wakaf di Indonesia. Pasalnya, hingga saat ini masih ratusan hektare (ha) tanah wakaf yang menganggur.

Waqf Management & Empowerement Division Badan Wakaf Indonesia Robbyantono menuturkan, saat ini luas tanah wakaf di Indonesia mencapai 420 ribu ha. Dari total luas tanah wakaf tersebut, baru sekitar 10% tanah wakaf yang dimanfaatkan secara produktif dan menghasilkan penerimaan (revenue center).

Sementara sisanya masih merupakan aset yang menganggur. Padahal, nilai tanah wakaf tersebut mencapai Rp2.100 triliun dengan asumsi harga tanah sekitar Rp500 ribu per meter.

"Pemerintah harus memberikan insentif, baik kepada perusahaan pelat merah maupun swasta agar bisa mengembangkan aset wakaf yang sangat besar tersebut," katanya di Grand City Convention Center, Surabaya, Kamis (9/11/2017).

Adapun insentif yang dimaksud bisa berupa Penyertaan Modal Negara (PMN). Dengan begitu, likuiditas lebih memungkinkan dalam mengembangkan tanah wakaf yang menganggur.
Selain itu, pemerintah juga bisa menerbitkan aturan tentang sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk tanah wakaf dalam periode tertentu.

"Pemerintah sejak awal harus menegaskan bahwa PMN ini untuk utilisasi aset wakaf yang masih sangat besar potensinya," tutur dia.

Robby menjelaskan, permasalahan lain yang terjadi terhadap tanah wakaf di Tanah Air adalah pemahaman pengelola zakat (nazar) terkait tanah wakaf tersebut masih minim. Akibatnya, tanah wakaf tersebut tidak termanfaatkan secara optimal.

Misalnya, nazir menukar tanah di kawasan strategis di Rasuna Said, Jakarta Selatan senilai Rp300 miliar. Akibatnya, aset tersebut hanya membukukan pendapatan Rp200 juta per tahun.

"Ukuran tanahnya bisa jadi sama, tapi potensi ekonominya turun. Ini tentu merugikan," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Potensinya Besar, Pengetahuan...
Potensinya Besar, Pengetahuan dan Literasi Wakaf di Indonesia Perlu Dikembangkan
Punya Manfaat Multidimensi,...
Punya Manfaat Multidimensi, Ekosistem Wakaf Perlu Dikembangkan
Rakernas BWI Dukung...
Rakernas BWI Dukung Visi Indonesia Emas lewat Akselerasi Wakaf Tunai dan Produktif
Hukum Menjual dan Memindahkan...
Hukum Menjual dan Memindahkan Tanah Waqaf
Masyarakat Dinilai Perlu...
Masyarakat Dinilai Perlu Diberi Pemahaman tentang Potensi Wakaf
Lahirkan Nazhir Wakaf...
Lahirkan Nazhir Wakaf Profesional, BWI dan WMI Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved