Wall Street Menguat Memantau Perkembangan Reformasi Pajak

Selasa, 14 November 2017 - 07:58 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Memantau Perkembangan Reformasi Pajak
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir menguat, penurunan tajam pada saham General Electric berhasil diimbangi oleh kenaikan pembayaran dividen yang tinggi termasuk komponen konsumen dan utilitas. Investor juga menunggu keputusan soal reformasi pajak.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/11/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 17,49 poin atau 0,07% menjadi 23.439,7, Indeks S & P 500 menguat 2,54 poin atau 0,10% menjadi 2.584,84 dan Nasdaq Composite bertambah 6,66 poin atau 0,1% menjadi 6.757,60.

General Electric (GE.N) menurunkan dividennya sebesar 50% dan mengurangi perkiraan keuntungannya sementara mengumumkan sebuah rencana yang mempersempit fokusnya pada bianis penerbangan, listrik dan perawatan kesehatan. Sahamnya turun 7,2% menjadi USD19,02 setelah menyentuh level terendah dalam lima tahun di level USD18,75.

"Orang yang menanamkan investasi di GE karena mendapat dividen mereka mungkin mencari tempat yang lebih baik untuk menyimpan uang mereka," kata Kim Forrest, analis riset ekuitas senior di Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh.

Sektor utilitas dan konsumer berada di antara sektor-sektor dengan hasil dividen tertinggi pada Indeks S & P 500. Mereka juga merupakan sektor dengan persentase persentase terbesar pada hari Senin.

Investor terus memantau perkembangan seputar tagihan pajak setelah Partai Republik Senat AS pekan lalu meluncurkan sebuah rencana baru yang berbeda dari versi Dewan Perwakilan Rakyat. Beberapa bantuan bagi investor memang berasal dari sisi peraturan, dan saham bank regional menguat setelah Wall Street Journal melaporkan sebuah kelompok bipartisan anggota parlemen Senat mencapai kesepakatan sementara untuk memudahkan beberapa peraturan mengenai sektor ini.

Indeks Perbankan Regional tergelincir lebih rendah pada pembukaan namun berbalik positif pada pertengahan sesi dan berakhir naik 1,3%. Saham Toymaker Mattel (Mat.O) melonjak 20,7% menjadi USD17,64 setelah sebuah laporan yang menyaingi Hasbro (HAS.O) melakukan pendekatan untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Saham Hasbro naik 5,9% menjadi USD96,84.

Saham Qualcomm (QCOM.O) naik 3,0% menjadi USD66,49 setelah pembuat chip menolak tawaran pengambilalihan Broadcom (AVGO.O) senilai USD103 miliar, mengatakan bahwa tawaran tersebut "secara dramatis" menurunkan nilai perusahaan.

Saham Tyson Foods (TSN.N) naik 2,0% menjadi USD75,59 setelah prosesor daging mengatakan rendahnya harga pakan ternak akan membantu meningkatkan hasilnya lagi tahun depan. Saham menyentuh level tertingginya sejak September 2016.

Saham Roku (ROKU.O) terus menguat, naik 28,5% pada Senin menjadi USD42,71, lebih dari dua kali lipat sejak perusahaan tersebut melaporkan pendapatan pekan lalu. Saham ini memulai debutnya di level USD15,78 pada 28 September setelah harga penawaran umum perdana di di level USD14.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
7 menit yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
13 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
25 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
31 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
46 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved