Rupiah Dibuka Bangkit Menguat Saat Euro Stabil

Selasa, 14 November 2017 - 10:13 WIB
Rupiah Dibuka Bangkit...
Rupiah Dibuka Bangkit Menguat Saat Euro Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka berhasil menguat setelah kemarin berada di zona merah. Kondisi ini di tengah stabilnya euro terhadap USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada level Rp13.542/USD atau berhasil menguat dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.555/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.539/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.551/USD atau berangjak membaik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.552/USD dan pada pukul 10.06 WIB bergerak semakin menguat ke level Rp13.539/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.536-Rp13.554/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.548/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp13.550/USD. Namun, pada pukul 10.000 WIB bergerak semakin menguat ke level Rp13.540/USD dengan kisaran level Rp13.533-Rp13.550/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD mendapat dukungan dari imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi di awal perdagangan Asia pada hari ini, sementara poundsterling menahan sebuah penurunan baru-baru ini, yang mengikuti kekhawatiran tentang kemampuan Theresa May untuk bertahan sebagai perdana menteri Inggris.

Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang saingan utamanya stabil pada hari ini di level 94.499. USD terhadap yen naik 0,1% ke level 113,70. Namun, tetap di bawah level tertinggi dalam delapan bulan di posisi 114,735 pekan lalu.

"USD mendapat dukungan dari hasil AS, tapi saya benar-benar terkejut bahwa hal itu tidak berjalan lebih tinggi, jadi mungkin korelasi antara imbal hasil dan USD sedang turun," kata Masashi Murata, ahli strategi mata uang dari Brown Brothers Harriman di Tokyo.

"Tapi dengan the Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Desember, USD bisa naik lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang," imbuhnya.

Euro terhadap USD tercatat stabil di level 1,1670 EUR, bertahan di atas level terendah dalam 3,5 bulan di level 1,1553. Poundsterling terhadap USD naik tipis 0,1% ke level 1,3122 setelah mendapat tekanan dari gejolak politik menjelang debat pekan ini oleh anggota parlemen Inggris mengenai rencana pemerintah untuk meninggalkan Uni Eropa.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved