Dolar AS Rebound Memaku Rupiah di Rp13.530

Senin, 20 November 2017 - 17:44 WIB
Dolar AS Rebound Memaku...
Dolar AS Rebound Memaku Rupiah di Rp13.530
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin (20/11/2017) di pasar spot, ditutup memerah seiring reboundnya USD, imbas usaha Kanselir Jerman Angela Merkel membentuk Koalisi Tiga Arah gagal sehingga memicu ketidakpastian politik dan ekonomi di Uni Eropa.

Mata uang NKRI di indeks Bloomberg ditutup melemah 2 poin atau 0,1% ke level Rp13.529 per USD. Sebelumnya rupiah dibuka di angka Rp13.517 per USD, terapresiasi 14 poin dari penutupan Jumat di Rp13.531 per USD. Hari ini rupiah diperdagangkan di Rp13.508-Rp13.542 per USD.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.530 per USD. Pagi tadi rupiah dibuka turun 2 poin di Rp13.525 per USD, dibanding penutupan akhir pekan lalu di Rp13.523 per USD. Senin ini, mata uang Garuda diperdagangkan di Rp13.513-Rp13.535 per USD.

Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada petang ini ditutup di level Rp13.545 per USD, terdepresiasi 15 poin dari saat pembukaan di posisi Rp13.530 per USD.

Seperti diutarakan di atas, kegagalan Kanselir Merkel membentuk Koalisi Tiga Arah di pemerintahannya, membuat mata uang euro tergelincir. Merkel yang kembali memenangkan pemilu keempat kalinya, gagal membentuk kolaisi sehingga ini menjadi pemerintahan minoritas setelah Perang Dunia Kedua.

Melansir dari Reuters, alhasil kondisi ini membuat euro turun 0,5% terhadap USD menjadi USD1,1735 EUR. Euro juga turun 0,6% terhadap yen menjadi 131,43 yen.

Retret euro telah membantu mengerek USD terhadap enam mata uang utama, dimana indeks USD rebound 0,3% menjadi 93,968. Munisi ini membuat dolar bertahan stabil di 112,01 terhadap yen.

Dengan kondisi ketidakpastian politik di Jerman membuat euro menjadi tertatih-tatih. Dolar AS pun berharap terhadap prospek reformasi pajak di negaranya. Namun pelaku pasar mengatakan jika kedua mata uang ini menemui kendala di domestik, maka yen bakal menguat pada pekan ini.

"Jika Anda tidak bisa membeli dolar dan tidak bisa membeli euro, maka yen akan menguat seperti yang Anda lihat sekarang," kata analis pasar global dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapura, Satoshi Okagawa.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
30 menit yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
46 menit yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
1 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
2 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
3 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved