Ganjar Ajak Perbankan Ikut Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng

Selasa, 21 November 2017 - 18:06 WIB
Ganjar Ajak Perbankan...
Ganjar Ajak Perbankan Ikut Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng
A A A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak dunia perbankan ikut lebih berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Untuk itu, ia meminta Bank Jateng lebih berperan lagi dalam membantu pelaku ekonomi menengah agar bisa menurunkan tingkat kemiskinan.

Dalam rangka menurunkan angka kemiskinan, pihaknya bersama perbankan menggelar seminar internasional bertajuk The 1st Indonesia International Microfinance Forum (IIMF) 2017 atau IIMF 2017 di Gedung Akmil Magelang beberapa waktu lalu.

"IIMF 2017 bertujuan agar semua bisa memahami bahwa kemiskinan di Jawa Tengah bisa turun. Meskipun masih belum signifikan, anggaran yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan sudah cukup besar," ungkap Ganjar dalam acara Mas Ganjar Menyapa (MGM) yang digelar MNC Trijaya FM Semarang bertemakan "Kredit Murah Usaha Mudah" di Puri Gedeh Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/11/2017).

Menurutnya, dalam upaya pemberdayaan orang miskin harus dilakukan pendampingan dengan baik. Dengan begitu mereka bisa menjalani kehidupan ekonomi yang berdikari. "Dari hasil seminar IIMF kemarin, karena baru kali pertama, maka akan kita lihat perkembangannya cukup baik atau tidak," ujarnya.

Dia menambahkan, Bank Jateng pada intinya sebagai pembina dalam pemberdayaan masyarakat miskin. Yakni bisa dilakukan melalui sinergi dengan BPR/BKK dalam memberikan modal bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sementara terkait kemiskinan di Jateng, orang nomor satu di Provinsi Jateng tersebut mengklasifikasinya dalam dua hal. Pertama, miskin yang sudah tidak bisa apa-apa lagi seperti orang lanjut usia. Kemudian orang miskin yang masih mampu diajak berusaha. Termasuk UMKM juga didorong agar bisa naik kelas.

"Melalui ini, bisa diketahui UMKM yang minim dan yang hanya eksis akan kita dorong. Untuk masyarakat miskin yang masih bisa bekerja, kita bantu pasarkan produknya misalnya melalui Sadewa Market," paparnya.

Direktur Bank Jateng, Supriyatno mengatakan bahwa gagasan utama IIMF adalah keprihatinan terhadap keberadaan kredit, seperti kredit Bimas, KMKP, dan lain-lain. Karena pendekatannya adalah kebijakan yaitu subsidi pemerintah.

"Sehingga Jateng harus mulai tanpa subsidi pemerintah. Saat ini sedang disiapkan kredit bagi pedagang pasar, maksimal Rp1 juta dan bunganya tiga persen. Untuk hal ini, BPR/BKK yang mendampingi," ungkap Supriyatno.

Ketua Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-Daerah Istimewa Yogyakarta, Bambang Kiswono merespons positif hasil-hasil yang telah dicapai IIMF 2017, karena fokusnya ke ekonomi mikro. OJK sendiri juga membina Lembaga Keuangan Masyarakat (LKM) Syariah.

Di Jawa Tengah, LKM Syariah terdapat di Purwokerto dan Solo. "Tugasnya memberi pembiayaan sebesar maksimal Rp3 Juta, dan bunganya tiga persen. Nanti usai pembiayaan akan ada pembinaan," kata Bambang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ganjar Bangun 30.844...
Ganjar Bangun 30.844 Unit Rumah Tidak Layak Huni Turunkan Kemiskinan Ekstrem
Ganjar Harap Program...
Ganjar Harap Program SMKN Jateng Bisa Turunkan Kemiskinan Ekstrem
Jurus Ganjar Pranowo...
Jurus Ganjar Pranowo Turunkan Angka Kemiskinan di Jawa Tengah
Turunkan Kemiskinan,...
Turunkan Kemiskinan, Ganjar Optimistis ODF Jateng Capai 100% Tahun Ini
Sejalan dengan Jokowi,...
Sejalan dengan Jokowi, Ganjar Gerak Cepat Tekan Kemiskinan di Jateng
Kemiskinan Menurun,...
Kemiskinan Menurun, Begini Kinerja Ganjar Pranowo Atasi Kemiskinan
Berita Terkini
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
5 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved