Wall Street Berakhir Flat di Tengah Kemerosotan Saham Energi

Selasa, 28 November 2017 - 08:13 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Flat di Tengah Kemerosotan Saham Energi
A A A
NEW YORK - Wall Street sedikit berubah pada perdagangan Senin kemarin waktu setempat untuk sedikit menjauh dari rekor tertinggi sepanjang sesi, meski Amazon mencetak keuntungan di tengah penurunan perusahaan energi. Di sisi lain investor masih mencerna data ekonomi.

Prospek kebijakan pemotongan pajak diharapkan pengamat menjadi sentimen positif selanjutnya terhadap ekuitas. Pengamat sendiri melihat perkembangan rencana reformasi pajak di Amerika Serikat (AS) cukup positif ditambah fondasi ekonomi dan kondisi ekonomi dunia dalam tren membaik.

Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 22,79 poin atau 0,1% untuk berada pada level 23.580,78 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 1 poin atau 0,04% menjadi 2.601,42. Komposit Nasdaq. IXIC jatuh 10,64 poin yang setara dengan 0,15% ke posisi 6.878,52.

Di sisi lain investor juga sedang mengamati sidang komite perbankan AS untuk mengkonfirmasi pencalonan Jerome Powell yang menggantikan Janet Yellen di pucuk pimpinan Federal Reserve atau Bank Sentral AS. Sementara saham ritel online Amazon (AMZN. O) naik 0,8% saat konsumen mencari promosi online setelah Black Friday untuk menandai dimulai musim belanja liburan.

Amazon memimpin ritel untuk mendorong indeks S&P 500 naik 0,6% diikuti saham lain yang juga meningkat yakni saham Gap (GPS. N) menguat 1,2% dan Victoria's Secret pemilik merek L (LB. N) naik 4,1%. Sedangkan indeks energi menunjukkan performa terburuk di antara sektor utama dengan kejatuhan mencapai 1,0%.

Harga minyak mentah AS menjauh dari posisi tertinggi dua tahun seiring potensi lonjakan pasokan ditambah ketidakpastian tentang tekad Rusia untuk bergabung dalam melanjutkan kebijakan pangkas produksi minyak menjelang pertemuan OPEC pekan ini.

Beberapa saham perusahaan migas tercatat mengalami tekanan seperti di antaranya Chevron (CVX. N) dan Exxon (XOM. N) jatuh sebesar 0,8% dan 0,4% untuk masing-masing. Sementara sahan teknologi seperti produsen chip juga bergerak lamban dimana Micron Technology (MU. O) turun 3,3% dan Nvidia (NVDA. O) tergelincir 1,3%. Penurunan juga diikuti saham pembuat harddisk yaitu Western Digital (WDC. O) anjlok 6,7% setelah downgrade
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
1 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
9 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
9 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
9 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
10 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved