Pertumbuhan Manufaktur China Tak Terduga Meningkat

Kamis, 30 November 2017 - 12:25 WIB
Pertumbuhan Manufaktur...
Pertumbuhan Manufaktur China Tak Terduga Meningkat
A A A
BEIJING - Pertumbuhan sektor manufaktur China secara tidak terduga meningkat pada November, meski gencar untuk mengurangi polusi udara dan pasar properti yang mendingin yang telah diperkirakan secara luas akan mempertimbangkan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Data optimis tersebut akan membantu meredakan kekhawatiran, untuk saat ini bahwa kampanye Beijing untuk mengekang risiko berlebih di sektor keuangan bisa menyebabkan perlambatan ekonomi China yang lebih tajam dari perkiraan.

"Banyak orang (meramalkan) perlambatan siklis, tapi kita belum melihat hal itu, sepertinya momentum saat ini dapat dipertahankan sampai setidaknya awal tahun depan," kata Zhou Hao, ekonom Commerzbank.

Indeks Pembelian Manajer Operasional (PMI) yang dirilis pada hari ini berada di angka 51,8 untuk November, dibanding bulan sebelumnya di angka 51,6. Ini berada di atas 50 poin yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi setiap bulan untuk bulan ke 16 secara berturut-turut.

Analis yang disurvei Reuters memperkirakan akan masuk ke angka 51,4, mereda untuk kedua bulan berturut-turut setelah level tertinggi lebih dari lima tahun pada September.

Pengeluaran infrastruktur pemerintah yang besar, pasar properti yang tangguh dan kekuatan ekspor yang tak terduga, perusahaan manufaktur dan industri China telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang memperkirakan tumbuh hampir 6,9% sepanjang tahun ini.

Zhao Qinghe mengataan, sektor manufaktur barang berteknologi tinggi dan barang konsumsi pada November cukup tinggi meski beberapa industri tradisional masih terus berjuang.

Data ekonomi Oktober mengecewakan analis karena investasi, produksi industri dan pertumbuhan ekspor melambat, meningkatkan kekhawatiran bahwa perlambatan yang diperkirakan telah terjadi, meskin PMI hari ini mencatat bahwa masih ada momentum yang kuat di sektor manufaktur besar China.

Namun, beberapa ekonom melihat pertumbuhan ekonomi kuartal keempat melambat menjadi sekitar 6,6% persen, dan melambat ke 6,4% pada 2018, karena biaya pinjaman meningkat dan dorongan dari proyek infrastruktur sebelumnya mulai memudar.

"Kami meragukan momentum saat ini di bidang manufaktur akan dipertahankan mengingat sektor ini menghadapi kenaikan headwinds dalam beberapa bulan ke depan dari tindakan keras anti-polusi, pertumbuhan kredit yang lamban, pengurangan dukungan fiskal dan pasar properti yang mendingin," ekonom Capital Economics Julian Evans-Pritchard menulis dalam sebuah catatan.

Seorang regulator perbankan senior mengatakan bahwa ekonomi China dapat menghadapi risiko turun segera setelah kuartal pertama tahun depan karena ekonomi berjuang untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dalam menghadapi upaya pemerintah untuk mengempiskan gelembung aset.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
8 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
40 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved