Distribusi Tersendat Cuaca Ekstrem, Mendag Jamin Pasokan Pangan Aman
Senin, 04 Desember 2017 - 14:59 WIB
Distribusi Tersendat Cuaca Ekstrem, Mendag Jamin Pasokan Pangan Aman
A
A
A
BANDUNG - Cuaca ekstrem yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia membuat sejumlah distribusi barang terutama kebutuhan pokok masyarakat tersendat. Kendati begitu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjamin pasokan pangan di Indonesia aman.
"Kami pastikan suplai aman. Minggu ketiga November kami sudah kumpulkan produsen dan distributor. Bahwa per tanggal 1 Desember, seluruh barang sudah ada di daerah. Sekarang semua sudah didistribusikan," kata Enggartiasto di El Royal Hotel, Kota Bandung, Senin (4/12/2017).
Menurut dia, Kemendag hanya melakukan warning atas kondisi cuaca di Indonesia sebagai upaya antisipasi bila ada kelangkaan kebutuhan pokok masyarakat. Dia pun mengakui, potensi kelangkaan pangan bisa terjadi akibat tersendatnya distribusi barang dari Pelabuhan Bakahueni ke Pelabuhan Merak.
"Sekarang kita warning saja. Karena bisa saja terjadi (potensi kelangkaan) di saat cuaca ekstrem seperti ini, barang biasanya sulit dikirim. Tapi kami pastikan aman," tegasnya.
Mendag pun meminta setiap kepala dinas di daerah terus memantau perkembangan pasokan dan harga pangan. Terlebih, saat ini menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, biasanya harga kebutuhan pokok masyarakat akan mengalami kenaikan.
"Tetapi hasil pantauan sampai saat ini, tidak ada kekurangan apapun. Sebagai antisipasi, kami dengan Bulog siap menyediakan barangnya. Kami terus lakukan koordinasi dengan semua pihak. Termasuk memantau suplai ke daerah bencana, kami pun terus pantau untuk ketersediaan barang," ungkap dia.
Dia pun meminta Perum Bulog supaya lebih berperan aktif, dimana salah satunya dengan menggulirkan operasi pasar (OP). Lebih lanjut Mendag juga meminta Bulog menjadi garda terdepan untuk menjaga stabilitas harga.
Guna memastikan harga di Kota Bandung, Enggartriasto Lukita melakukan sidak ke Pasar Kosambi di Jalan A Yani Bandung. Di pasar itu, Enggar mendatangi sejumlah kios dan lapak, semisal, daging sapi, daging ayam, beras, dan lainnya.
"Semuanya aman. Stok dan harga masih tergolong stabil, kecuali daging ayam, yang harganya sedikit mengalami kenaikan. Tapi, kenaikan (daging ayam) itu masih ditoleransi. Karena beberapa waktu lalu, harga daging ayam turun cukup tajam sehingga peternak mengalami kerugian," tandas Enggar.
"Kami pastikan suplai aman. Minggu ketiga November kami sudah kumpulkan produsen dan distributor. Bahwa per tanggal 1 Desember, seluruh barang sudah ada di daerah. Sekarang semua sudah didistribusikan," kata Enggartiasto di El Royal Hotel, Kota Bandung, Senin (4/12/2017).
Menurut dia, Kemendag hanya melakukan warning atas kondisi cuaca di Indonesia sebagai upaya antisipasi bila ada kelangkaan kebutuhan pokok masyarakat. Dia pun mengakui, potensi kelangkaan pangan bisa terjadi akibat tersendatnya distribusi barang dari Pelabuhan Bakahueni ke Pelabuhan Merak.
"Sekarang kita warning saja. Karena bisa saja terjadi (potensi kelangkaan) di saat cuaca ekstrem seperti ini, barang biasanya sulit dikirim. Tapi kami pastikan aman," tegasnya.
Mendag pun meminta setiap kepala dinas di daerah terus memantau perkembangan pasokan dan harga pangan. Terlebih, saat ini menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, biasanya harga kebutuhan pokok masyarakat akan mengalami kenaikan.
"Tetapi hasil pantauan sampai saat ini, tidak ada kekurangan apapun. Sebagai antisipasi, kami dengan Bulog siap menyediakan barangnya. Kami terus lakukan koordinasi dengan semua pihak. Termasuk memantau suplai ke daerah bencana, kami pun terus pantau untuk ketersediaan barang," ungkap dia.
Dia pun meminta Perum Bulog supaya lebih berperan aktif, dimana salah satunya dengan menggulirkan operasi pasar (OP). Lebih lanjut Mendag juga meminta Bulog menjadi garda terdepan untuk menjaga stabilitas harga.
Guna memastikan harga di Kota Bandung, Enggartriasto Lukita melakukan sidak ke Pasar Kosambi di Jalan A Yani Bandung. Di pasar itu, Enggar mendatangi sejumlah kios dan lapak, semisal, daging sapi, daging ayam, beras, dan lainnya.
"Semuanya aman. Stok dan harga masih tergolong stabil, kecuali daging ayam, yang harganya sedikit mengalami kenaikan. Tapi, kenaikan (daging ayam) itu masih ditoleransi. Karena beberapa waktu lalu, harga daging ayam turun cukup tajam sehingga peternak mengalami kerugian," tandas Enggar.
(akr)
Lihat Juga :