IHSG Berakhir di Level 5.998 Saat Bursa Asia Mixed
Senin, 04 Desember 2017 - 16:41 WIB
IHSG Berakhir di Level 5.998 Saat Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup terkoreksi sedikit dibandingkan sesi I dan pembukaan, meski begitu bursa saham dalam negeri masih berada di dalam zona hijau. IHSG berakhir menguat ke level 5.998,19 dengan kenaikan sebesar 46,06 poin atau 0,77% di tengah bursa saham Asia yang berakhir mixed (variatif).
Hingga sesi siang tadi, IHSG terus bergerak positif dengan tambahan 56,57 poin setara 0,95% ke level 6.008,71 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 60,92 poin atau 1,02% menjadi 6.013,06. Kemarin, IHSG ditutup memerah ke level 5.952,138 atau melemah 109,229 poin, setara 1,802%.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas membaik dipimpin kenaikan tertinggi sektor consumer mencapai 2.67% dikuti lonjakan aneka industri 2,64%. Sementara pelemahan terdalam menimpa perdagangan sebesar 1,09%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,95 triliun dengan 16,54 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp845,3 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,53 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,68 triliun. Tercatat 122 saham menguat, 244 saham melemah dan 124 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp2.625 menjadi Rp79.150, PT Astra Internastional Tbk (ASII) naik Rp125 menjadi Rp8.100 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bertambah Rp125 menjadi Rp8.225.
Sedangkan beberapa saham yang melemah yakni PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) melemah Rp350 ke posisi Rp2.350, PT PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyusut Rp230 menjadi Rp3.770 serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) berkurang Rp120 menjadi Rp2.370.
Seperti dilansir CNBC, Senin (4/12/2017) kebanyakan pasar saham Asia berakhir mixed, saat investor masih melihat perkembangan kebijakan reformasi pajak AS. Pelemahan terjadi di bursa Australia, dimana ASX 200 berakhir lebih rendah pada level 5.985,6 terseret kejatuhan sektor keuangan mencapai 0,62%.
Empat bank besar di Negeri Kangguru -julukan Australia- berada di bawah tekanan ketika saham ANZ turun 1,01%, Commonwealth Bank melemah 0,32%, Westpac kehilangan 1,24% dan National Australia Bank lebih rendah 0,51%. Di sisi lain indeks Nikkei Hepang tergelincir pada level 22.707,16 dengan penurunan 111,87 poin atau 0,49%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi menguat dengan tambahan 26,26 poin atau setara dengan 1,06% di level 2.501,67. Pergerakan negatif juga ditujukkan bursa saham daratan China ketika komposit Shanghai jatuh mencapai 7,24 poin atau 0,22% di 3.310,36 dan komposit Shenzhen melemah 0,72 persen, ke level 1.902,91.
Sementara indeks Hang Seng di Hong Kong hingga perdagangan sore tercatat menghijau ke posisi 29.138,28 lewat tambahan 64,04 poin setara 0,22%. Ditempat lain indeks utama India juga mengalami peningkatan dalam perdagangan sore di awal pekan.
Hingga sesi siang tadi, IHSG terus bergerak positif dengan tambahan 56,57 poin setara 0,95% ke level 6.008,71 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka menguat 60,92 poin atau 1,02% menjadi 6.013,06. Kemarin, IHSG ditutup memerah ke level 5.952,138 atau melemah 109,229 poin, setara 1,802%.
Sektor saham dalam negeri sore ini mayoritas membaik dipimpin kenaikan tertinggi sektor consumer mencapai 2.67% dikuti lonjakan aneka industri 2,64%. Sementara pelemahan terdalam menimpa perdagangan sebesar 1,09%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,95 triliun dengan 16,54 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp845,3 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,53 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,68 triliun. Tercatat 122 saham menguat, 244 saham melemah dan 124 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp2.625 menjadi Rp79.150, PT Astra Internastional Tbk (ASII) naik Rp125 menjadi Rp8.100 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bertambah Rp125 menjadi Rp8.225.
Sedangkan beberapa saham yang melemah yakni PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) melemah Rp350 ke posisi Rp2.350, PT PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyusut Rp230 menjadi Rp3.770 serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) berkurang Rp120 menjadi Rp2.370.
Seperti dilansir CNBC, Senin (4/12/2017) kebanyakan pasar saham Asia berakhir mixed, saat investor masih melihat perkembangan kebijakan reformasi pajak AS. Pelemahan terjadi di bursa Australia, dimana ASX 200 berakhir lebih rendah pada level 5.985,6 terseret kejatuhan sektor keuangan mencapai 0,62%.
Empat bank besar di Negeri Kangguru -julukan Australia- berada di bawah tekanan ketika saham ANZ turun 1,01%, Commonwealth Bank melemah 0,32%, Westpac kehilangan 1,24% dan National Australia Bank lebih rendah 0,51%. Di sisi lain indeks Nikkei Hepang tergelincir pada level 22.707,16 dengan penurunan 111,87 poin atau 0,49%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi menguat dengan tambahan 26,26 poin atau setara dengan 1,06% di level 2.501,67. Pergerakan negatif juga ditujukkan bursa saham daratan China ketika komposit Shanghai jatuh mencapai 7,24 poin atau 0,22% di 3.310,36 dan komposit Shenzhen melemah 0,72 persen, ke level 1.902,91.
Sementara indeks Hang Seng di Hong Kong hingga perdagangan sore tercatat menghijau ke posisi 29.138,28 lewat tambahan 64,04 poin setara 0,22%. Ditempat lain indeks utama India juga mengalami peningkatan dalam perdagangan sore di awal pekan.
(akr)
Lihat Juga :